FOKUS: #VAKSIN COVID-19

India 4.000 Meninggal, AS Harus Ekspor Vaksin

(Medical Xpress)

KBRN, Brussels: Kasus kematian COVID-19 baru melonjak melewati angka 4.000 untuk pertama kalinya di India pada hari Sabtu (8/5/2021) dalam salah satu wabah terburuk di dunia, sementara tekanan UE meningkat kepada Washington agar mengakhiri batas ekspor vaksin dan menawarkan rencana konkret untuk mencabut paten.

"Saya menyerukan dengan sangat jelas kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri larangan ekspor tidak hanya pada vaksin tetapi juga bahan-bahan vaksin, yang mencegah produksi," kata Macron kepada wartawan pada pertemuan puncak Uni Eropa di Porto. Dia merujuk pada larangan de facto AS atas ekspor bahan baku vaksin, seperti dikutip dari Medical Xpress, Minggu (9/5/2021).

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan UE telah mengekspor sebagian besar produksinya sendiri dan Amerika Serikat harus mengikutinya.

"Saya tidak berpikir bahwa pengabaian paten adalah solusi membuat lebih banyak vaksin tersedia bagi lebih banyak orang," katanya di Berlin.

"Sebaliknya, saya pikir kita membutuhkan kreativitas dan kekuatan inovasi perusahaan — dan bagi saya, itu termasuk perlindungan paten."

Sebelumnya, Paus Fransiskus telah memusatkan perhatian pada keinginannya untuk melihat pembebasan paten untuk "memungkinkan akses universal ke vaksin."

Dia menyerukan penangguhan sementara hak kekayaan intelektual, mengutuk "virus individualisme" yang "membuat kita acuh tak acuh terhadap penderitaan orang lain".

Seruan memberikan keringanan paten mendapatkan momentum setelah Amerika Serikat mengumumkan dukungan mendadak pada skema semacam itu yang memungkinkan pasokan vaksin yang memadai untuk melawan COVID-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00