171 WNA China Tiba Lagi di Soetta

Suasana terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

KBRN, Tangerang: Sebanyak 171 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok tiba lagi di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Kamis (6/5/2021), pukul 11.50 WIB menggunakan pesawat Xiamen Air dengan nomor penerbanngan MF855 dari Fozhou, Tiongkok.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara belum mengetahui kedatangan 171 WNA asal China, namun Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia mengonfirmasi sebanyak 85 WNA asal China dan tiga WNI tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten pada Selasa (4/5/2021) lalu.

Dia pun, mengklaim kedatangan puluhan WN asal China itu telah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Benar, pada Selasa 4 Mei 2021 Jam 14.55 telah mendarat 85 WN China dan tiga WNI dengan pesawat China Southern Airlines, charter flight, dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta," tuturnya kepada rri.co.id, Kamis (6/5/2021).

Arya mengatakan, kedatangan puluhan perjalanan internasional itu telah melalui pemeriksaan oleh kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta beserta Kementerian Kesehatan.

Adapun sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ada tiga ketentuan WNA yang diperbolehkan memasuki Indonesia. Mereka, yakni yang sesuai syarat yang tertuang dalam Permenkumham Nomor 26 tahun 2020.

Kemudian WNA yang sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA), serta WNA yang mendapatkan pertimbangan atau izin khusus secara tertulis dari Kementerian atau Lembaga.

"Secara keimigrasian, diketahui bahwa Visa dan dokumen keimigrasian mereka sudah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020. Demikian yang bisa kami sampaikan," kata dia.

Sementara itu, apabila sesuai aturan perjalanan internasional, para pendatang dari luar negeri wajib menunjukkan hasil negatif melalui tes PCR tes swab di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

Selanjutnya, pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR tes swab bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5 x 24 jam. Setelah itu kembali dilakukan PCR tes swab untuk kedua kalinya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00