Kesulitan Hutang Dampak COVID-19, PBB Sarankan Ini

KBRN, Jakarta: Sektretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres baru-baru ini meluncurkan 'Pengarahan Kebijakan' bertajuk “Solusi Likuiditas dan Hutang untuk Berinvestasi di SDGs: Inilah Saatnya untuk Beraksi”.

Pengarahan kebijakan diluncurkan akhir Maret lalu ini menggaris bawahi dampak fiskal dari pandemi COVID-19 yang memicu kesulitan hutang di banyak negara, dan sangat membatasi kemampuan banyak orang berinvestasi dalam pemulihan, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk Tindakan/aksi iklim yang sangat dibutuhkan. 

Guterres mendesak adanya pendekatan tiga fase untuk hutang tersebut. 

“Moratorium pembayaran hutang, pengurangan hutang yang ditargetkan, dan eformasi arsitektur hutang internasional,” ujar Guterres dalam keterangan resmi Rabu (14/4/2021). 

Guterres juga menyerukan peminjaman dan juga pencairan hutang yang lebih bertanggung jawab, diterima oleh negara debitur dan kreditor, investor, pelaku pasar, lembaga pemeringkat kredit, dan organisasi internasional.

“Menyoroti perlunya dialog terbuka yang terikat waktu untuk membangun kepercayaan dan transparansi secara sistematis, inklusif,” jelasnya. 

Gutteres memastikan bersama dengan kekompakan semua negara, dunia dapat melewati masa-masa sulit selama pandemi COVID-19.

“Bersama, dengan tekad kolektif, kami dapat membantu semua negara berinvestasi dalam respons, pemulihan, dan masa depan yang lebih berkelanjutan dan Tangguh,” pungkasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00