Food Estate “Negara Agraris Jago Impor Pangan”

food_estate_negara_agraris_jago_impor_pangan.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 30 Mei 2021

Food Estate “Negara Agraris Jago Impor Pangan”

Sejak era Soeharto ketahanan lumbung pangan sudah dicanangkan tapi selalu gagal. Kultur negeri agraris tidak bisa menekan impor pangan. Jagung, kedelai sampai singkong masih menjadi komoditas impor terbesar 2020

Anggaran ketahanan Pangan 2021 (Rp 104 Triliun)

Tingkat Ketahanan Pangan RI 2020 (Peringkat 65)

Ketersediaan Pangan RI 2020 (Peringkat 34)

Komoditas Yang Akan Dikembangkan Food Estate :

Padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi.

Impor Pangan 2020 (per September 2020 dalam dolar AS)

Jagung                  : 911.194 ton (233 juta)

Kedelai                 : 5.716.252 juta ton (2,2 miliar)

Singkong              : 136.889 ton (58 juta)

Gandum              : 8.009.807 juta ton (2,1 miliar)

Bawang Putih     : 381.775 ton (376 juta)

Kentang               : 94.393 ton (85 juta)

Bawang bombai : 123.311 ton (68 juta)

Cabai                     : 28.259 ton (53 juta)

Jeruk                     : 49.623 ton (91 juta)

Anggur                 : 48.912 ton (164 juta)

Apel                       : 89.690 ton (196 juta)

Klengeng             : 16.629 ton (29 juta)

Kakap                    : 189.479 ton (505 juta)

Riwayat Food Estate

  • 1995

Lahan gambut Kalimantan Tengah alokasi 1.457.100 ha. Hanya berhasil dibuka 31.000 ha

  • 2012

Bulungan, Kalimantan Utara seluas 298.221 ha. Berhasil membuka 1.024 ha dan 5 ha yang ditanam

  • 2013

Ketapang, Kalbar, lahan 886.959 ha, hanya tersedia 100.000 ha dan 104 hektar yang ditanami.

Impor Beras 2020 (356.286 ton)

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00