Tradisi Kuliner Lebaran “Ketupat Kaya Petanda”

tradisi_kulier_lebaran_ketupat_kaya_petanda.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 14 Mei 2021

Tradisi Kuliner Lebaran “Ketupat Kaya Petanda”

Lebaran belum lengkap tanpa makan ketupat, menu ini berkembang sejak kerajaan demak pada abad ke-15 oleh Raden Mas Sahid atau Sunan Kalijaga. Makanan yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat dan didefinisikan ulang sebagai simbol perayaan umat Islam.

Sajian Khas Nusantara Dengan Ketupat

  • Kupat tahu | Bandung
  • Kupat glabet | kota Tegal
  • Ketupat Bongkok | Tegal
  • Laksa | Cibinong
  • Doclang | Cirebon
  • Ketupat Bareh | Tanah Minang
  • Tupe Padang | Padang
  • Ketupat Sayur | Padang
  • Katupek Pitalah | Sumatera Barat
  • Ketupat Sayur | Betawi
  • Ketupat  Cabuk Rambak | Solo
  • Katopak | Madura
  • Tipat | Bali
  • Ketupat Kandangan | Banjarmasin
  • Ketupat Betumis | Martapura
  • Katupa | Makassar

Lebaran Ketupat

Perayaan kuliner dilaksanakan sepekan setelah hari raya Idul Fitri atau 8 Syawal. Awalnya dirayakan di wilayah pesisir utara Jawa, tempat awal penyebaran agama Islam.

Asia Tenggara

Tersebar hingga asia tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Filipina.

Dewi Sri

Lebaran ketupat diangkat dari tradisi pemuja Dewi Sri, dewi pertanian dan kesuburan, pelindung kelahiran dan kehidupan, kekayaan dan kemakmuran.

Asal Kupat

Kata kupat berasal dari kupat. Parafase kupat adalah ngaku lepat : mengaku bersalah. Janur atau daun kelapa merupakan kependekan dari kata “jatining nur” yang diartikan hati nurani.

Anyaman Janur

Rumitnya anyaman kupat merupakan simbol dari kompleksitas masyarakat Jawa dan anjuran melekatkan tali silaturahmi tanpa melihat perbedaan kelas sosial.

Papat Limo Pancer

Simbol masyarakat Jawa dengan papat limo pancer. Papat dimaknai sebagai empat penjuru angin : timur, barat, selatan, dan utara. Artinya, ke arah manapun manusia pergi ia tak boleh melupakan pancer (arah) kiblat.

Tolak Bala

Ketupat menjadi bagian dari sesaji dalam upacara adat di Bali, di Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat atau penolakan bala.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00