Maskapai Terimbas Pandemi

maskapai_terimbas_pandemi.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 13 Jan 2021

RONTOK DITERJANG BADAI COVID

Praktis tak bisa banyak yang dilakukan industri penerbangan. IATA (International Air Transport Association) memprediksi kerugian akan terus terjadi. Bahkan perhitungan per bulan di 2021, industri akan menderita hingga US$ 6 miliar (Rp 88 triliun). Data analisis perjalanan Cirium mencatat sebanyak 43 maskapai penerbangan komersial telah bangkrut dan sepenuhnya menghentikan operasi sepanjang 2020 akibat virus Corona.

Angka ini masih lebih kecil dibandingkan tahun 2019 yakni ada 46 maskapai yang bangkrut, dan di 2018 ada 56 maskapai. Menurut Analis Independen dari Sobie Aviation Brendan Sobie, tekanan pada maskapai memang sudah terasa sejak 2018. Kerugian Industri penerbangan tahun ini diperkirakan mencapai Rp469 triliun.

  • Kenaikan penumpang baru akan kembali ke level 2019 pada 2024 nanti.
  • 2019, jumlah penumpang domestik atau internasional 91 juta
  • Pandemi Covid-19 menyebabkan Indonesia kehilangan sekitar 60-70 juta penumpang
  • Pasar domestik 80 persen.
  • Jumlah Penumpang Pesawat Anjlok 61% pada 2020
  • Pesawat dilarang mengangkut penumpang dari 24 April hingga 1 Juni 2020.

Maskapai Terimbas Pandemi

  1. Garuda Indonesia

Garuda mengakhiri kontrak terhadap 700 pekerja mereka akibat penurunan pendapatan perusahaan selama masa pandemi ini. mencatat kerugian hingga US$ 1,07 miliar atau sekitar Rp 15,2 triliun (kurs Rp 14.227 per dolar AS) per September 2020. Garuda Indonesia saat ini memiliki total 142 pesawat yang terdiri dari: Boeing 777-300ER, Boeing 737-800NG, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900neo, CRJ1000 NextGen, dan ATR 72-600. Pada 30 September 2018, rata-rata usia armada kami adalah 6,62 tahun

PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan kerugian hingga Rp 16 triliun per September 2020

  1. Singapore Airlines

Maskapai penerbangan asal Negeri Singa, Singapore Airlines memutuskan hubungan kerja kepada 4.300 karyawannya, atau 20 persen dari total SDM yang mereka miliki.

  1. American Airlines

Maskapai Amerika memPHK 19.000 karyawannya atau 14% dari 133.700 karyawan.

  1. Cathay Pacific

Sama halnya dengan maskapai asal Hong Kong yang satu ini, Cathay Pacific terpaksa memangkas 5.900 orang pekerja atu 24 persen dari total karyawan.

  1. Emirates Ilustrasi

Maskapai Emirates.

Maskapai asal Uni Emirat Arab, memangkas 9.000 pegawainya. total pegawai Emirates semula ada di angka 60.000 orang. PHK sebagian besar dikenakan pada pilot dan awak kabin pesawat Airbus.

  1. Qantas

Maskapai asal Australia, Qantas mem-PHK 6.000 karyawannya atau 20 persen dari total pegawai sebelum terjadi krisis akibat pandemi.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00