Menanti Spirit Habibie Melejit

menanti_spirit_habibie_melejit.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 09 Jan 2021

Caption grafis N219

Menanti Spirit Habibie Melejit

Meski harus menempuh jalan panjang, pesawat N219 akhirnya mengudara. Kompetisi pasar yang sengit siap menunggu, karena N219 harus menghadapi manufaktur mapan. Taruhannya bukan hanya keunggulan teknologi dan harga, melainkan juga delivery time. Dibutuhkan pula tokoh-tokoh pemasaran spesial, dari Menteri hingga Presiden. Pelaku penerbangan perintis seperti Susi Air layak dijadikan barometer, dialah pengguna terbanyak Cessna.

Projek-projek strategis pesawat Nusantara yang digagas BJ Habibie layak dibuka kembali. Masa depan pesawat CN 235, N245, dan yang terbaru Regio80, seluruhnya diproyeksikan memenuhi kebutuhan pasar domestik, disesuaikan karakter geografisnya. Sejalan dengan kian banyaknya Kabupaten yang membuka bandara barunya, pesawat sekelas N219 bisa menjadi penghubung dan pengumpan ke bandara besar. Maskapai yang berani melayani rute sepi dan terpencil, juga layak diprioritaskan.

Selanjutnya kunjungi artikel indepth “Jalan Panjang Kepak Sayap N219”

Fase Produksi dan pasca produksi tak  kalah sulitnya dibanding proses panjang sertifikasi Pesawat N219 mulai dari rancangan awal yang memakan waktu delapan tahun. CN 235 generasi pesawat terlaris yang diciptakan ahli aeronautika era Habibie sebelumnya bermasalah dengan deadline, pembiayaan dan persediaan suku cadang.

N219 Pesawat berkapasitas 19 penumpang itu didesain sebagai pesawat perintis, penghubung daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang bisa mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil, dengan panjang landasan 600 meter.

Pesawat turboprop ganda ini didesain dapat menjadi pesawat komersial, militer (angkut pasien, kargo, atau pengintai) dan amfibi.

PERJALANAN PANJANG N219

  • 2000 gagasan awal pesawat berkapasitas 19 penumpang
  • 2006 PT DI dan Lapan mengembangkan N219, pesawat turboprop (baling-baling) bermesin ganda. Pesawat sekelas Twin Otter ini didesain dapat menjadi pesawat penumpang (komersial) maupun militer (angkut pasien, kargo, atau pengintai).
  • 2012 Purwarupa pesawat N219 mulai dibuat.
  • Purwarupa ini diperlukan untuk uji terbang dan uji kekuatan struktur pesawat.
  • 10 Desember 2015 Purwarupa pesawat N219 diperlihatkan ke publik untuk pertama kalinya (roll out) di hanggar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.
  • 16 Agustus 2017 Uji terbang perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.
  • 23 Agustus 2017 Uji terbang kedua di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Uji terbang ini juga berlangsung sukses.
  • 10 November 2017 Presiden Jokowi memberikan nama untuk pesawat produksi dalam negeri ini. HARGA (estimasi) USD6 juta

PROTOTIPE DAN IZIN TERBANG

  • Pesawat N250 karya  BJ Habibie sukses mengepak di langit, sayang tak pernah menjadi pesawat komersil dan berakhir di museum karena tak kunjung memiliki izin terbang.
  • Pesawat jet N2130 juga hanya sebatas menjadi prototipe.
  • Kedua pesawat tersebut tumbang karena krisis finansial 1997.

Spesifikasi dan Keunggulan N219

  • Pesawat ini digadang-gadang sebagai produk bakal laku di pasaran. Ini mengingat banyak pesawat sekelas telah berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dan dipensiunkan.
  • N219 menggunakan dua mesin PT6-420 dengan tenaga penggerak propeler. Daya jelajah pesawat ini mencapai 1580 NM dengan kecepatan maksimum 213 knot.
  • Mampu mendarat di landasan pendek (short take of landing) dan mudah dioperasikan di daerah terpencil. Pesawat ini juga bisa self starting tanpa bantuan ground support unit.
  • N219 menggunakan teknologi aerodinamik yang lebih modern dan memiliki kabin terluas di kelasnya.
  • teknologi Multihop Capability Fuel Tank, memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
  • kecepatan mencapai 210 knot. Tidak hanya itu, N219 mampu membawa 12 penumpang saat terbang di ketinggian 5.000-6.000 feet. Kapasitas ini tidak dimiliki pesawat lain yang sekelas.
  • Lebih dari itu, N219 dilengkapi terrain alerting and warning system. Dengan alat ini, pergerakan pesawat dapat terpantau dari ATC.

Berikut adalah spesifikasi teknis pesawat:

  • Kru: 2
  • Kapasitas: 19 passengers
  • Panjang: 16,49 meter
  • Bentang Sayap (Wingspan): 19,5 meter
  • Tinggi: 6,18 meter
  • Bobot kosong: 4.309 kg
  • Bobot Maksimaal Saat Terbang: 7.030 kg
  • Sumber tenaga: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6A-42 turboprop engines, 850 shp (630 kW) each
  • Propellers: 4-bladed Hartzell Propeller

Kompetitor:

  • Cessna 408 SkyCourier
  • Desaer ATL-100
  • Viking Air Twin Otter 400,
  • Harbin Y-12E,
  • PZL M28 Skytruck
  • Dornier Do 228NG
  • Harbin Y-12F

Pemesan :

Pemda Aceh,Kalimantan Utara, Papua. Aviastar, Trigana, Pelita

Luar Negeri : China, Singapura, Uni Emirat Arab, Nigeria

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00