Misinformasi Picu Gejolak Covid-19

misinformasi_picu_gejolak_covid_19.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 08 Jan 2021

Misinformasi Picu Gejolak Covid-19

Keganasan Virus Covid-19 tak hanya menyerang sistem pernapasan manusia. Tapi juga membuat gelombang misinformasi tentang situasi yang terjadi, masyarakat membutuhkan jawaban sederhana untuk problem yang kompleks.

Satu opini atau fakta yang salah dianggap benar jika dilakukan berulang-ulang menyebar dengan cepat dalam skala besar di media sosial.

Menkominfo Ungkap Ada 1.197 Hoaks Terkait Covid-19. Sebaran hoaks di Instagram 20 hoaks, YouTube 21 hoaks, Twitter 482 hoaks dan Facebook berjumlah 1.497 hoaks.

Pengguna internet di pulau Jawa mendominasi 56,4 persen.

Misinformasi dipicu Fenomena clickbait yang menjadi trend media online.

Hasil riset mastel 17% Masyarakat yakin tidak mungkin tertular virus Covid -19

Jumlah pasien covid-19 di pulau jawa 481.991 atau 61,1% secara nasional dari total 797.723 orang.

Kepatuhan  Penggunaan Masker 78,79%               

  • Jakarta 195,301 (24.8%)
  • Jawa Barat 91,131 (11.6%)
  • Jawa Timur 88,642 (11.2%)
  • Jawa Tengah 87,568 (11.1%)
  • Banten 19,349 (2.4%

Jumlah kasus aktif 110,679 atau 14.46% di bawah rata-rata dunia 27.10%.

Tingkat Kesembuhan 82.57% di atas rata-rata dunia 70.73%.

Kasus tanpa penambahan kasus ada di 11 Kabupaten

Institusi Tidak Patuh 52.76%  atau 220 Kabupaten/kota

7 Kota di Jawa Barat Beresiko Rendah se-Jawa

  • Indramayu
  • Subang
  • Pangandaran
  • Kota sukabumi
  • Kota cirebon
  • Cianjur
  • Tasikmalaya

PSBB JAWA BALI

11 -25 Januari 2021

Kebijakan semacam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini membatasi sejumlah kegiatan dari bekerja, beribadah, bersekolah, hingga wisata. PSBB Jawa Bali diprioritaskan di sejumlah kota dengan kasus corona tinggi.

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00