Tempe Made In Amerika

tempe_made_in_amerika.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 06 Jan 2021

Tempe Made in Amerika

Tempe, makanan tradisional terfavorit rakyat Indonesia sangat bergantung dari produksi kedelai Amerika. Apalagi selama pandemi Covid-19 ( Januari-September 2020) impor kedelai naik sangat signifikan 5,71 juta ton. Melemahnya daya Beli Masyarakat menjadikan tempe yang tidak fluktuatif seperti telur dan ayam kian menjadi pilihan utama.

  • Hingga 2020, tren impor kedelai pun tak berubah bahkan memburuk sejak Indonesia mengalami defisit kedelai pertama pada 1976 dengan impor 171.192 ton. FAO mencatat tren impor terus berlanjut tanpa henti. Selama 2015-2019, impor sudah konsisten di kisaran 2,2-2,5 juta ton.
  • Indonesia sebenarnya pernah mengalami swasembada kedelai pada tahun 1992. Saat itu produksi kedelai dalam negeri mencapai 1,8 juta ton.

Impor Kedelai

  • Indonesia adalah negara dengan konsumsi kedelai terbesar di dunia setelah China.
  • Kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,8 juta ton per tahun.
  • Data Gakoptindo Importir terbesar berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Uruguay.
  • BPS mencatat, impor kedelai Indonesia sepanjang semester-I 2020 mencapai 1,27 juta ton atau senilai 510,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,52 triliun (kurs Rp 14.700). Sebanyak 1,14 juta ton di antaranya berasal dari AS
  • Sampai dengan akhir tahun lalu, impor kedelai masih cukup tinggi, yakni 2,42 juta ton.

Kedelai Impor favorit pembuat Tempe

  • 70 persen Impor Kedelai untuk produksi tempe, 25 persen untuk produksi tahu, dan sisanya untuk produk lain.
  • Kedelai lokal unggul sebagai bahan pembuatan tahu. Rasa tahu lebih lezat, rendemennya pun lebih tingi, dan resiko terhadap kesehatan cukup rendah karena non transgenik.
  • kedelai impor diminati pembuat tempe. Penyebabnya kedelai lokal, ukuran kecil, kurang bersih, kulit ari kacang sulit lepas, proses peragian dan memasak lebih lama.

Problem Produksi Kedelai

  • Kedelai hanya tanaman alih musim untuk memulihkan kesuburan tanah.
  • Produksi Per hektar 2-2,5 ton. Produktivitas di AS mencapai 4 ton per hektar
  • Waktu penyinaran matahari sekitar 16 jam, Indonesia berkisar 12 jam.
  • Kedelai lokal memliki umur tanaman lebih singkat 2,5 - 3 bulan daripada impor yang mencapai 5 - 6 bulan. Benihnya pun lebih alami dan non-transgenik
  • Tidak didukung oleh industri perbenihan yang kuat.

Produksi Kedelai Berdasar Provinsi

  1. SulawesiTenggara 18.15
  2. Jawa Tengah 17.62
  3. Jawa barat 16.83
  4. Aceh 16.27
  5. Sulawesi Barat 16.24
  6. Sulawesi Selatan 15.72
  7. Nusa Tenggara Timur 15.71
  8. Gorontalo 15.65
  9. Jambi 15.04
  10. Kalimantan Timur 14.94

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00