Stall Ekonomi Nasional dan Naluri Pilot Andal

memulihkan stall ekonomi
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

KBRN, Jakarta: Bila orang bertanya, masalah apakah yang paling krusial di tengah bencana pandemi ini?

Jawabnya akan serempak: pemulihan ekonomi!

Rasanya tidak ada tugas paling berat bagi Negara selain yang satu ini. Setahun sudah kita terpapar wabah dan terkapar secara ekonomi. Seluruh dunia merasakannya, betapa covid19 telah mengubah total lanskap kehidupan masyarakat.

Tak berlebihan tugas penting itu berada di pundak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kamis 14 Januari kemarin disebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melambung di hari pertama vaksinasi Covid-19 di Istana Kepresidenan.  IHSG berada di angka 6.435 yang tertinggi di Asean. Kenaikannya 7,63 %, lebih tinggi dari Vietnam 7,44 % dan Thailand 7,34 %.

Ini hanyalah sekeping tugas Menko  untuk menembus reformasi struktural perekonomian nasional yang dilakukan melalui pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (UU Nomor 11 Tahun 2020). UU ini harus  mampu meningkatkan ekosistem investasi melalui kemudahan perizinan berusaha. Juga mampu mengubah perilaku aparat pemerintah dan pelaku usaha, melalui sistem berbasis elektronik dan integrasi data.

Sejak mengambil alih kewenangan Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengoordinasi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), berdasarkan Perpres No.108/2020 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Airlangga juga bertugas meningkatkan angkatan kerja.

Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau kawasan industri lainnya diharapkan dapat mendorong lahirnya industri unggulan berbasis ekspor dan substitusi impor. Tantangan lainnya mengawal kerja Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), mendorong keuangan inklusif, mengawal Indonesia National Single Window (INSW), dan kerjasama ekonomi sub regional.kerja yang semakin meningkat dan menurunkan transaksi berjalan, neraca perdagangan, serta mengembangkan industri ekspor dan subtitusi impor. Neraca perdagangan Januari-September 2019, masih defisit US$ 1,9 miliar karena tingginya impor migas maupun nonmigas.

Airlangga Hartarto terpilih sebagai Menko Perekonomian menggantikan Darmin Nasution yang tidak lagi masuk dalam kabinet. Lulusan Teknik Mesin Universitas Gajah Mada (UGM) pada 1987 ini meraih Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia serta Master of Management Technology (MMT) dari Universitas Melbourne, Australia.

Dalam upaya memulihkan pertumbuhan ekonomi yang sedang anjlok cukup dalam, Airlangga bagaikan  seorang pilot yang pesawatnya sedang stall (defisit tenaga). Ia harus berhati-hati menarik throttle,  menyelaraskan gerakan sudut flaps dan rudder, dan mengembalikan moncong pesawatnya ke posisi normal. Baru setelah itu diberikan dorongan mesin agar thrust kembali menghela pesawat di ketinggian jelajahnya.

Dan pertumbuhan ekonomi berangsur membaik pada kuartal ketiga 2020 dari minus 5,32 % menjadi minus 3,49%.  Investasi swasta pun diundang untuk mengatrol pertumbuhan menjadi minus 1,6 persen hingga positif 0,6 persen. Salah satu elemen pendorong  perbaikan ekonomi kuartal ketiga lalu adalah belanja pemerintah yang besar, yang menurut data BPS tumbuh positif  9,76 % secara tahunan.

Selanjutnya : Orkestrasi Perekonomian

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00