Pembelajaran dari ‘Bongkar Boks Ducati’

Sepeda motor custom Kawasaki W175 milik Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk mencoba lintasan Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (12/11/2021). Presiden mencoba langsung sirkuit tersebut sekaligus meresmikannya. (ANTARA)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Gelaran World Superbike (WSBK) di sirkuit Mandalika tinggal menghitung jam. Berbagai peralatan balap dan motornya sudah berangsur tiba, berikut para teknisi dan ofisial. Namun di tengah gairah mnggelar event dunia ini, media asing melaporkan panitia lokal di Mandalika membuka boks kargo Ducati dan "mengutak-atik" motor tim pabrikan milik Michael Rinaldi.

Kargo serta logistik balapan untuk seri terakhir WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika, tersebut memang telah mendarat di Bandara Lombok sejak awal pekan ini. Kargo diangkut oleh beberapa pesawat Boeing 777 kargo Qatar Airways yang datang dari Doha, Qatar. Koresponden media  asal Swiss, Speedweek, membocorkan video dan foto-foto seorang yang diduga panitia lokal membuka boks kargo Ducati secara ilegal.

Boks kargo dan logistik tim sejatinya hanya boleh dibuka oleh pihak Bea Cukai atau tim itu sendiri  mencegah manipulasi dan juga spionase dari kubu-kubu lain. Kejadian ini diakui sendiri oleh Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla yang menyampaikan permintaan maaf kepada kubu asal Bologna, Italia, tersebut. Speedweek juga melaporkan bahwa bos Ducati Paolo Ciabatti kecewa berat dengan kejadian ini. Media tersebut menulis bahwa insiden semacam ini hanya terjadi di negara dunia ketiga  dari 40 tahun lalu. 

Video pembukaan boks kargo motor tim Ducati muncul sebagai berita yang kurang mengenakkan di tengah antusiasme masyarakat Indonesia menjelang WSBK Mandalika 2021. Dalam video itu tampak seorang pria berbaju putih sedang "mengutak-ngatik" motor nomor 21 milik pebalap Ducati Michael Ruben Rinaldi. Pria berbaju putih tersebut sontak menjadi pihak yang dipertanyakan setelah video ini viral di dunia maya. Setelah ditelusuri pria berbaju putih itu ternyata merupakan pihak importir yang sedang menjalankan tugas sesuai prosedur. Ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Mataram, Dimas Pratama.

Dijelaskan pria itu bertugas mendampingi Bea Cukai saat melakukan pemeriksaan fisik barang impor. Importir memang bertugas menyiapkan barang untuk pemeriksaaan, mengeluarkan dan membuka kemasan, hingga menutupnya kembali. Hal itu sesuai dengan aktivitas yang dilakukan dalam video. Peran importir dalam proses pemeriksaan barang impor juga tertera pada penjelasan Humas Bea dan Cukai Mataram.

Diakui Pembuat Video

Ada tiga poin prosedur pemeriksaaan barang impor. Pertama pemeriksaan fisik atas barang impor dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. (Pasal 3 UU Kepabeanan No 17 Tahun 2006). Kedua, dalam melakukan pemeriksaan fisik barang impor dan ekspor, pejabat Bea dan Cukai selalu didampingi/disaksikan oleh importir atau kuasa pemilik barang atau pihak lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan. Ketiga, importir atau kuasanya menyiapkan barang untuk diperiksa, mengeluarkan kemasan di bawah pengawasan pejabat Bea dan Cukai, dan membuka kemasan yg akan diperiksa.

Dalam kejadian ini, pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) lebih menyayangkan adanya oknum yang mendekati motor, mengambil video, dan memublikasikannya sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Direktur Utama MGPA, Ricky Baheramsjah, memastikan kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Pihak MGPA akan memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar tempat pemeriksaaan.

Dimas Pratama juga menyayangkan adanya oknum pengunggah video dalam proses pemeriksaan.  Dia berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. ‘’Semua pihak akan belajar dari hal tersebut untuk perbaikan ke depannya," kata Dimas Pratama kepada Kompas.com.

Bea Cukai Mataram mengatakan kalau pembukaan boks kargo yang berisi motor Ducati tersebut telah dilakukan menurut Undang-Undang dan dengan kehadiran personel Bea Cukai di lokasi. Video unboxing yang ramai di media sosial itu bukan milik mereka. Dokumentasi lain yang beredar juga bukan diproduksi oleh Bea Cukai.  Dikatakan para personelnya tengah fokus melakukan pemeriksaan terhadap motor, sehingga tidak memerhatikan adanya pengambilan video oleh pihak lain.

Pengguna YouTube bernama "Soul Kuta Lombok" mengaku sebagai pihak yang mengunggah video tersebut.  Dia mengatakan bahwa saat pengambilan gambar, motor sudah dalam kondisi terbuka.  "Motor di-unboxing oleh pihak Bea Cukai untuk mengecek kelengkapan dokumen," tulisnya sembari meminta maaf.  "Saya salah telah memvideokan proses pengecekan... terima kasih telah mengingatkan dan memberi pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku. Saya memang tidak tahu sama sekali ini tidak boleh dipublikasikan,"  tulisnya.

Semua Perlu Belajar

Direktur Utama MPGA Ricky Baheramsjah membantah bahwa pembongkaran kargo tersebut dilakukan secara ilegal. Pembongkaran kargo dilakukan sesuai aturan dan telah mendapatkan izin serta didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti serta memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis. 

'Dia menambahkan bahwa petugas mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti dan memeriksa isi kargo. Ricky menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa izin,dan mempublikasikan video tersebut sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor.

MGPA meminta maaf kepada pecinta balap motor Tanah Air dan internasional atas insiden yang terjadi. ''Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti. Saya juga menawarkan untuk berbicara dengan Ducati, menjelaskan apa yang terjadi,'' ujarnya.

MGPA memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar Pitlane selama proses pemeriksaan. Sudah lebih dari dua dekade,negara kita tidak menggelar event balap motor berkelas internasional. Terpilihnya Pertamina Mandalika International Street Circuit sebagai tuan rumah WSBK 2021 dan MotoGP 2022 merupakan bentuk kepercayaan masyarakat balap motor Internasional khususnya Dorna Sport atas kemampuan kita dalam menggelar kegiatan berskala besar. 

MGPA mengajak semua pihak agar bersama-sama menjaga nama baik Indonesia dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Kargo logistik tim WSBK sudah mulai datang ke Mandalika melalui Bandar Internasional Lombok dan selanjutnya dibawa ke Paddock Pertamina Mandalika International Street Circuit. Kedatangan kargo tersebut ditangani oleh BeaCukai, Freight Forwarder dengan didampingi pihak Dorna Sport dan MGPA.

Seri Terakhir WSBK

Menurut Direktur Strategi dan Komunikasi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Happy K Harinto, 70 motor WSBK dan 26 motor IATC (Idemitsu Asia Talent Cup) telah tiba di Mandalika.  WSBK Mandalika merupakan balapan terakhir Kejuaraan Dunia WSBK 2021. Bermodal raihan 531 poin sejauh ini, Toprak Razgatlioglu punya keunggulan 30 angka dari pesaing terdekatnya, Jonathan Rea (Kawasaki).  Toprak Razgatlioglu telah memenangi 13 balapan musim ini berbanding 11 yang dimenangi oleh Rea. Musim memasuki titik didih dengan hanya 62 poin yang bisa diperebutkan dari balapan-balapan di WSBK Mandalika nanti.

Bea Cukai Mataram mengatakan kalau pembukaan boks kargo yang berisi motor Ducati tersebut telah dilakukan menurut Undang-Undang dan dengan kehadiran personel Bea Cukai di lokasi. Video unboxing yang ramai di media sosial itu bukan milik mereka. Dokumentasi lain yang beredar juga bukan diproduksi oleh Bea Cukai.  Dikatakan para personelnya tengah fokus melakukan pemeriksaan terhadap motor, sehingga tidak memerhatikan adanya pengambilan video oleh pihak lain.

Bos Ducati Marah 

Direktur Sport Ducati Corse, Paolo Ciabatti, memang sempat marah besar kepada Indonesia yang melakukan "unboxing" ilegal motor Ducati. Paolo Ciabatti menganggap kejadian "unboxing" ilegal tersebut adalah sebuah kemunduran di dunia balap motor. Direktur Eksekutif SBK, Gregorio Lavilla, meminta maaf dengan kejadian tak sopan itu kepada Ducati. Insiden ini di luar kendali kami.

Paolo Ciabatti tertarik dengan dunia otomotif dan dunia balap sejak usia belasan tahun. Dia sudah jatuh hati dengan dunia balap sejak usia 14 tahun. "Mimpiku adalah memiliki motorcross 50cc dan bisa saya kendarai pada usia 14 tahun," ujarnya kepada situs everythingmotoracing.com, September 2021.

Film "On Any Sunday" yang menceritakan dunia balap motor membuat dirinya semakin tertarik dengan motor.  Tahun 1974 ia pergi ke Imola untuk balapan 200 Miles dan bisa masuk paddock berkat seorang teman yang bekerja untuk Michelin Italy. Ia melihat Giacomo Agostini memenangi balapan di depan Kenny Roberts dan Teuvo Lansivuori. Sejak saat itu, hasratnya terhadap dunia balap motor terus tumbuh. Ia membalap di reli mobil, powerboat lepas pantai, dan kemudian mulai bekerja di industri otomotif dan, pada 1997 untuk Ducati," cerita Paolo Ciabatti. Kini, Paolo Ciabatti duduk sebagai Direktur Sport Ducati Corse, di bawah komando General Manager Ducati Corse, Luigi Dall'Igna.

Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar