Mandalika Masuk Pusaran Dunia

Foto udara pekerja menyelesaikan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (5/11/2021). Pengecatan sudut trek, kerb dan tepian trek sirkuit Mandalika menggunakan tiga warna penting yakni warna merah putih yang menandakan kerb yang berfungsi sebagai pemandu pembalap di lintasan dan warna hijau yang merupakan "track limit" atau pembatas trek yang ketika pembalap menyentuh garis tersebut akan dikenakan penalti. (ANTARA)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

Mandalika akan mencatat sejarah baru dunia. Para pebalap berkelas dunia, World Superbike (WSBK) dan MotoGP, akan menunjukkan laga berkelas paling akbar di kolong jagat. Dengan gelaran ini Indonesia memasuki entitas baru sebagai warga balapan motor dunia. WSBK akan menjadi yang pertama mengunjungi Sirkuit Mandalika, yakni pada 19-21 November 2021. Sedangkan MotoGP Indonesia,  baru akan digelar pada Maret 2022. Momentum ini tak sekadar ajang balap motor. Tak berlebihan menyebut Mandalika kini berada di pusaran atensi dunia. Menunjukkan magnet tujuan wisata baru Indonesia, selain Bali, Toraja, Borobudur.

Itu sebabnya, Jumat 12 November 2021 ini Presiden Joko Widodo meninjau sekaligus meresmikan Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Presiden sempat mencoba mulusnya aspal sirkuit sebelum digunakan World Superbike (WSBK). Terlihat Presiden menggunakan pakaian lengkap serba hitam, mulai dari jaket, celana, sepatu, hingga helm. Setelan busana ini lebih sesuai digunakan di jalan raya dalam perjalanan petualangan, ketimbang dipakai membalap di sirkuit.

Video kanal Youtube Sekretariat Presiden memperlihatkan Presiden mengendarai motor roadster  modifikasi retro warna hijau yang beberapa kali digunakan sebelumnya. Bedanya, kedua bannya sudah diganti dengan profil lebar, beralur horisontal. 

Terdapat sejumlah perbedaan mendasar motor MotoGP dan WSBK. Tujuan awal dibangunnya motor MotoGP dan WSBK sangat berbeda. Untuk MotoGP, motornya sejak awal memang dibuat khusus untuk balapan di sirkuit sehingga tidak dijual kepada umum. Berbeda dengan WSBK motor yang dilombakan di sini bisa didapatkan di pasar otomotif. Dan hebatnya hampir seluruhnya dijajakan oleh agen pemegang merek motor di Indonesia.

Beberapa modifikasi  boleh dilakukan di WSBK antara lain di bagian suspensi agar aman digunakan membalap. Sedangkan mesin tidak banyak disentuh. Karena kompetisi WSBK diikuti motor yang diproduksi massal, maka pamornya berada di bawah MotoGP. Tunggangan bermesin dahsyat di MotoGP hanya bisa ditemukan di sirkuit-sirkuit khusus dalam agenda Dorna. Teknologi MotoGP jauh beda. Harga sebuah motor kompetisi di ajang ini bisa mencapai belasan milyar rupiah. 

Sasis dan Mesin

Karena tujuan produksi yang berbeda, sasis motor MotoGP dan WSBK pun sangat berbeda. Untuk menekan harga, motor WSBK memiliki sasis standar, sesuai dengan spesifikasi pabrik. Sementara MotoGP menuntut sasis yang lebih berteknologi tinggi, terbuat dari bahan semacam serat karbon, titanium, hingga magnesium.

Dilihat secara sekilas, spesifikasi mesin MotoGP dan WSBK tampak serupa.  Mesin MotoGP sarat akan material berkualitas tinggi yang tidak tersedia di pasaran bebas. Namun kapasitas silindernya  dibatasi maksimal 1.000 cc dengan pilihan konfigurasi empat silinder segaris atau V4. Mesin ini mampu menghamburkan tenaga 260 daya kuda dengan bahan bakar beroktan 95-102.

Sedangkan di WSBK, konfigurasi mesinnya lebih beragam dan sepenuhnya merupakan mein buatan pabrik secara massal. Motor WSBK menyediakan berbagai pilihan mesin mulai dari 850 cc hingga 1.200 cc. Baik  dua silinder, atau 750 cc sampai 1.000 cc 4 silinder. Tenaga yang dihasilkan WSBK, bila digunakan berlomba, maksimal  berkisar 230 tenaga kuda saja.

Sistem elektronik yang terdapat pada kedua motor terbilang sangat berbeda. Sama seperti mesinnya, MotoGP justru memiliki pembatasan karena setiap motor memiliki ECU serta software standar, agar persaingan tetap adil. Sementara itu, setiap motor WSBK dapat menggunakan sistem elektronik yang berbeda. Setiap tim diperkenankan untuk menggunakan berbagai macam ECU beserta software, selama tak melebihi batas dana pengembangannya.

Dananya Terbatas

Sebagai ajang balap yang menjadi adu gengsi tiap pabrikan, MotoGP menyedot dana yang besar. Tiap pabrikan bahkan dapat menggelontorkan biaya yang nyaris tak berbatas. Tiap motor juga bisa berevolusi di setiap seri, meskipun ganti mesin dibatasi hanya dua kali. Sedangkan di WSBK, terdapat pembatasan dana yang dikeluarkan. Walau beberapa pabrikan juga terlibat, motor WSBK tidak membutuhkan banyak uang untuk mengembangkan motor tiap tahunnya.

Baik pada MotoGP maupun WSBK terdapat pembatasan bobot maksimum motor berikut bahan bakar di dalam tangkinya yang  harus dipenuhi. Pada MotoGP berat kotor tak boleh melebihi 157 kg sedangkan WorldSBK alias WSBK sedikit lebih berat, yaitu 168 kg.

MotoGP dan WSBK mematuhi berbagai peraturan teknis yang ditetapkan oleh Dorna selaku pemegang hak komersial kedua kejuaraan. Peraturan ini dirancang untuk menjaga persaingan seadil mungkin di setiap kelas. Pada MotoGP tim bisa lebih fleksibel merancang konstruksi mesin dan desain sasis yang diinginkan. MotoGP banyak menggunakan material berkualitas tinggi yang ringan seperti serat karbon, titanium, dan paduan magnesium.  Sedangkan motor WSBK harus mempertahankan konstruksi dan desain produksi pabrik aslinya.

Pada 2016, semua motor MotoGP dilengkapi dengan ECU standar dan paket perangkat lunak untuk menjaga persaingan tetap adil.

Pada WSBK pilihan ECU dan software lebih terbuka paling hanya dibatasi anggaran. Di MotoGP tim dapat membelanjakan sebanyak yang mereka suka untuk motor, pengujian, peralatan, staf, dan lainnya. Sedangkan tim yang berlaga di WSBK, di mana pengeluaran tim untuk motor, pembalap serta pengembangan semuanya terbatas.

Statusnya Masih STH

Melansir laman resmi WSBK, seri ke-13 yang bertajuk Pirelli Indonesian Round dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika 19-21 November 2021. Akan tetapi, seri pamungkas ini hingga saat ini masih berstatus Subject to Homologation (STH) alias masih menunggu homologasi. Mengutip GridOto.com, homologasi adalah prosedur yang harus diikuti untuk mendapatkan lisensi sirkuit. Setiap sirkuit harus lulus homologasi sebelum menggelar balapan MotoGP dan WSBK. WSBK (WorldSBK) adalah sebutan untuk Superbike World Championship atau Kejuaraan Dunia Superbike.  

Sama seperti Kejuaraan Dunia MotoGP, WSBK juga berada di bawah naungan Federasi Sepeda Motor Internasional atau Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).  Sejak 2013, pihak yang menjadi penyelenggara WSBK adalah Dorna Sports. Hal ini membuat WSBK berada satu atap dengan MotoGP.

Ada lima pabrikan yang berlaga pada ajang WSBK yaitu BMW Motorrad, Yamaha, Ducati, Honda, dan Kawasaki, minus Suzuki,  KTM, dan Aprilia.  Pebalap asal Irlandia Utara, Jonathan Rea, merupakan salah seorang kandidat  juara dunia. Rea sukses menjadi juara dunia WSBK enam kali yaitu pada 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020.

Kandidat lainnya adalah Toprak Razgatlioglu selaku pemegang klasemen sementara WSBK 2021 dengan mengumpulkan 531 poin. Pembalap asal Turki yang menunggangi PATA Yamaha tersebut unggul 501 poin dari Jonathan Rea dari Kawasaki Racing yang memiliki 501 poin.Toprak dan Rea menjadi dua pembalap yang berpeluang jadi juara dunia WSBK 2021. Mereka dapat merayakan gelar itu di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, yang baru pertama kali menjadi tuan rumah World Superbike.

Jadwal sesi race weekend WSBK.

Jumat    : Latihan bebas atau free practice pertama (50 menit) dan free practice kedua (50 menit) Sabtu    : Free practice ketiga (20 menit) Superpole (25 menit) Race 1

Minggu: Pemanasan atau warm-up (15 menit) Superpole Race Race 2

Selama tiga hari jadwal World Superbike akan tersaji beberapa sesi yang salah satu di antaranya dengan sesi free practice (FP1). Dalam tiga hari itu pula, akan digelar dua race, yaitu balapan pertama pada Sabtu, 20 November 2021 pukul 15.00 WIB, dan balapan kedua Minggu, 21 November pukul 15.00 WIB.

Sistem penghitungan poin Race

Posisi   1   2   3    4   5   6   7  8  9  10  11  12 13 14 15

Poin    25 20 16 13 11 10  9  8  7  6     5    4   3    2   1

Superpole

Posisi     1  2  3  4  5  6  7  8  9

Poin   12 9  7  6  5  4  3  2  1       Penulis : Tjuk Suwarsono

Editor : Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar