Lomba Sigap Mobil Senyap

(RRI)
foto
Penulis: Tjuk Suwarsono

KBRN, Jakarta: Genderang perang mobil listrik versus mobil konvensional telah nyaring bergema. Suka tak suka, mobil berpenggerak baterai/listrik segera menggantikan motor bakar, seperti halnya komputer menggeser mesin ketik. Kini berbagai produsen mobil berlomba sigap mencuri start menebar mobil listrik.

Zaman emas mesin berbahan bakar fosil berada di ujung finis. Penggantinya adalah mesin-mesin senyap yang digerakkan dinamo atau motor listrik. Kehadiran motor listrik akan menggusur ribuan komponen dan suku cadang yang dulu jadi kebutuhan mobil konvensional. Dan benefit paling penting, tanpa bahan bakar minyak dan polusi udara maupun suara.

Apa saja yang terbuang? Dari dalam blok mesin mobil konvensional saja yang afkir adalah pelumas mesin, radiator, thermostat, piston, valve (klep/katup), flywheel (poros engkol), saringan udara. Di bagian luar mesin yang terbuang antara lain clutch (kopling), persneling (transmisi, pemindah gigi), gearbox (kotak pemindah gigi) berikut olinya, rear axle (garden belakang) plus olinya, dan knalpot (exhauster), berikut muffler (peredam kebisingan), dan catalytic converter (unit penangkap timbal/belerang yang tercampur di bbm).

Berkendara dengan mobil listrik bagaikan berayun dengan gantole. Senyap, tanpa getaran, lembut, akselerasi cepat. Dijamin kabin mobil akan semakin kedap, video dan musik tersaji lebih jernih, percakapan penumpang kian jelas. Kaki dan tangan Anda pun banyak menganggur, karena tidak ada tuas transmisi dan pedal kopling. Pendek kata mobil listrik akan menghadirkan surga baru berkendara.      

Adakah kerugian dan bahayanya? Untuk sementara jangkauan jelajah masih terbatas, Pengisian baterei juga beragam, ada yang dua jam ada pula yang semalaman. Mobil listrik menggendong baterai berarus listrik sangat kuat. Dibutuhkan jenis logam khusus bukan penghantar listrik pada bodi mobil, dan kabel-kabel penghantar tegangan yang aman. Bagaimana jika mobil ini terendam banjir, atau berhenti persis di atas rel KA. Apakah medan magnet KA lebih mudah melumpuhkannya?

Sebagian orang akan merasakan perubahan ini berkah, sebagian lainnya musibah. Bayangkan tidak akan ada lagi kebutuhan suku cadang, pelumas, rantai, dan ribuan lainnya. Tidak diperlukan bengkel perbaikan seperti sekarang. SPBU akan lebih banyak menjual baterai dan memasang colokan listrik;  Sarjana teknik mesin menganggur, ahli elektro berjaya. Dan lebih dari itu, lembaga pemungut pajak kendaraan pun tidak lagi mengatur jenis, tipe, dan  isi silinder mesin sebagai acuan pengenaan pajaknya.

Selanjutnya : Pajaknya Berubah

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00