PLTS 100 GWp: Ambisi Besar menuju Kemandirian Energi Indonesia
- 02 Sep 2026 13:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program PLTS 100 GWp dengan investasi sekitar Rp1.140 triliun untuk memperkuat kemandirian energi nasional
- Program tersebut akan dikembangkan secara bertahap melalui berbagai konsep, mulai dari PLTS ground mounted, atap, hingga terapung
- Pemerintah memproyeksikan PLTS 100 GWp mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp73 triliun setiap tahun serta mengurangi emisi karbon
- Pengembangan energi surya juga diproyeksikan menciptakan jutaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri energi bersih dari hulu hingga hilir
- Realisasi target 100 GWp membutuhkan kesiapan sistem kelistrikan, teknologi, BESS, lahan, logistik, regulasi, serta koordinasi pemerintah dan industri
PRESIDEN Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp, di Gilimanuk Bali, Selasa 25 Agustus 2026. Diperkirakan program ini menelan investasi sekitar USD73 miliar atau setara Rp1.140 triliun.
Pada tahap awal, program tersebut dimulai melalui pembangunan 14 PLTS di sejumlah provinsi. Total kapasitas PLTS pada tahap awal mencapai 5,3 GWp (gigawatt peak).
“Dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp,” ujarnya. “Diawali dengan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 GWp.”
Investasi Rp1.140 triliun tersebut mencakup pengembangan program PLTS dengan sejumlah konsep. Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit tenaga surya sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan infrastrukturnya.
Pengembangan PLTS 100 GWp menggunaka tiga konsep utama. Di antaranya PLTS ground mounted, PLTS atap, dan PLTS terapung.
PLTS ground mounted dikembangkan dalam skala besar dengan memanfaatkan lahan terbuka. Sementara PLTS atap memanfaatkan bagian atas bangunan sebagai lokasi pemasangan panel surya.

Adapun PLTS terapung dikembangkan dengan memanfaatkan danau maupun badan air sebagai lokasi pemasangan pembangkit tenaga surya. Ketiga konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan program PLTS 100 GWp.
Peluncuran program tersebut menandai dimulainya pengembangan kapasitas energi surya dalam skala besar. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat memperkuat pemanfaatan energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.
Program PLTS 100 GWp juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi. Pengembangan energi surya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis energi fosil.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1.140 triliun, program tersebut juga membuka peluang pengembangan industri energi surya. Ini mencakup pembangunan pembangkit dengan berbagai konsep sesuai potensi wilayah.
Pengembangan PLTS tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik. Sejalan dengan peluncuran program tersebut, pemerintah melalui jajaran kementerian mulai memaparkan arah, manfaat, dan target besar yang ingin dicapai melalui pengembangan PLTS 100 GWp.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....