Galagar Odeng, Ketika Tari Jaipong Menyatukan Nusantara

Nusantara Bersatu Lewat Festival Kreasi Tari Jaipongan Galuh Pakuan IV 2020 Tingkat Nasional Secara Virtual

KBRN, Subang: Budaya Sunda kembali menggema ke pelosok Negeri, melalui lagu jaipong Galagar Odeng, dalam Festival Kreasi Tari Jaipongan Galuh Pakuan Cup IV Tahun 2020 Tingkat Nasional secara virtual.

Kehadiran Festival Kreasi Tari Jaipongan Galuh Pakuan Cup IV tingkat Nasional dengan hadiah Total Rp100 juta mendapat sambutan hangat ribuan penari lintas budaya se-Nusantara.

Lagu wajib festival ini,  berjudul 'Galagar Odeng' menggema di seluruh penjuru Negeri, dan diyakini mampu menyatukan masyarakat seluruh nusantara.

Penyelenggara festival ini adalah Lembaga Adat Karatwan (LAK)  Galuh Pakuan, yang bekerjasama dengan Kemendikbud, dan Kemekominfo.

Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV ini ternyata menarik minat sebanyak 1.303 penari dari 16 Provinsi se-Indonesia.

Mulai dari Grup Seniman Klungkung Berani (Sekuni) dari Provinsi Bali, dan penari dari Rumah Budaya Nusantara Wongso Arum Kabupaten Banyuwangi.

Paling jauh, peserta dari Dumai, Riau, dan Kalimantan.

Sementara itu salah satu peserta, Agung Putra Dalem selaku pengasuh Grup Sekuni, dalam rekaman videonya yang diterima panitia, merasa senang bisa ikut meramaikan Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Seri IV.

Meski grupnya bukan penari jaipong asli karena dari Bali, tapi mereka menikmati proses latihan dan rekaman menggunakan lagu Galagar Odeng.

"Kami senang ada saudara se-Nusantara, LAK Galuh Pakuan yang menyelenggarakan Festival Jaipong Kreasi Seri IV. Apalagi dengan hadiah pembinaan yang wah. Galuh Pakuan menyatukan Nusantara dengan tarian, dengan kebudayaan," ucap Agung dalam videonya.  

Agung juga menyebutkan, antara kebudayaan Sunda, dan Bali masih terdapat banyak benang merah apalagi masih dalam bingkai Nusantara.

"Kami tidak lain untuk mencari tambahan pengalaman. Tidak untuk juara. Mengasah kemampuan murid menarikan tari daerah lain. Semoga nantinya bisa diterima oleh khalayak dan para juri," tandasnya. 

Senada dengan peserta dari Bali, Pengasuh Rumah Budaya Nusantara Wongso Arum, Miswati, dari Kabupaten Banyuwangi, merasa bangga bisa ikut serta berkolaborasi dalam festival ini.  

"Melalui ajang ini, kami dapat merajut persatuan lewat seni tradisi, yang dikolaborasikan antara gerak tari Banyuwangi Jatim dan Jabar. Semoga sukses kami ucapkan kepada Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, kepada Kemendikbud, dan Kemenkominfo serta kepada segenap panitia. Salam Budaya!" ucapnya.  

Selanjutnya : Identitas Budaya Lokal

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00