Berkonsep Eiffel, Wisata Rawa Pening Semarang Unik!

radesa wisata tuntang rawa pening semarang

KBRN, Jakarta: Menara Eifel memang menjadi salah satu icon di kota Paris yang menjadi sorotan dunia. Tidak perlu jauh-jauh ke Paris, ternyata Indonesia juga mempunyai konsep wisata eiffel dengan konsep yang berbeda.

Kali ini, Indonesia menawarkan wisata cantik dan menawan di kota Semarang, tepatnya di objek wisata terbaru di Rawa Pening. Berkonsep menara Eiffel, wisata ini menampilkan Eiffel dengan berbahan bambu petung.

Menurut beberapa sumber yang berhasil RRI rangkum material pembangunan Eiffel bambu tersebut diperoleh dari wilayah Kabupaten Semarang, lokasi Radesa Wisata Desa Tuntang tempat menara didirikan. Proses pembuatannya sendiri dianggap cukup singkat yakni kurang lebih memakan waktu delapan bulan. 

Banyak pihak yang terlibat, seperti tenaga ahli bambu, Bumdes Tuntang Sejahtera, PLN Peduli, pemuda karang taruna setempat, dan alumni pondok pesantren. Sebelum dibangun, eceng gondok yang banyak mengapung di Rawa Pening dibersihkan terlebih dulu dan bambu yang dipilih sangat berkualitas.

"Bambu yang baik yang sudah melalui pengawetan, dipotong di hari tertentu, tidak cacat, tebal, dan diameter yang lebih dari rata-rata," kata Didik CEO dan founder Radesa Wisata dan The Green Farm.

Sementara wisatawan yang ke Menara Eiffel dari bambu sudah dibuka sejak Juli 2020 lalu. Pengunjung yang mau ke sana harus naik perahu dulu dari pinggir Rawa Pening.

Hal tersebut diatur agar jarak pengunjung tetap aman. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk keselamatan semua pihak yang berwisata di tengah pandemi.

"Jadi kalau sudah agak banyak, enggak kita jemput lagi, nunggu kosong. Tapi, kadang juga ada yang susah. Bagi yang enggak bawa masker, kita sediakan beli Rp5000. Enggak mau pakai ya terpaksa kita tolak masuk," terang Didik soal protokol kesehatan di sana.

Di Radesa, fokus utama wisatawan adalah menikmati karya bambu dan keindahan alam rawa dan gunung-gunung yang mengelilingi 360 derajat serta menikmati hidangan ikan hasil tangkapan nelayan sekitar. Destinasi ini dibuka untuk wisatawan umum sementara pada pukul 8 pagi hingga 5 sore. Tetapi bila sudah pembukaan resmi, tempat tersebut akan dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

Sedangkan biaya tiket masuk yang dikenakan bagi pengunjung adalah R10 ribu per orang dengan biaya naik perahu Rp15 ribu per orang. Anda juga bisa naik ke rooftop yang terletak di puncak menara dengan membayar Rp10 ribu per orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00