Keluarkan Gas Beracun, Wisatawan Gunung Ijen Dilarang Turun ke Kawah

KBRN, Banyuwangi : Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, memperingatkan kepada wisatawan dan penambang belerang, untuk mewaspadai, potensi keluarnya gas beracun dari Gunung Ijen. Potensi keluarnya gas beracun tersebut disebabkan kondisi cuaca hujan disekitaran gunung Ijen, yang memicu  perbedaan suhu yang sangat ekstrim, antara air kawah dengan permukaan yang berpotensi mengeluarkan gas CO dan CO2.

Ketua PPGA Ijen, Suparjan, Sabtu (18/1/2020) mengatakan, perbedaan suhu yang sangat ekstrem tersebut memicu proses konversi material air kawah dan gas tersebut sangat berbahaya jika terhirup manusia, dan dalam beberapa hari terakhir gunung Ijen terdeksi sudah mengeluarkan bualan (gas beracun) dari  danau kawah.

"Dalam beberapa hari terakhir tepatnya pada 13 Januari 2020 pada pukul 00:44 Wib, 14 Jan pada pukul 15:00 dan 16:45 wib, terpantau ada bualan dari danau kawah," kata Suparjan.

Suparjan menambahkan intensitas keluarnya gas beracun tersebut diprediksi akan terjadi mulai sore hingga malam hari, sehingga harus diwaspadai oleh para pengunjung, dan PPGA Ijen sudah meberikan pemberitahuan adanya potensi gas beracun tersebut kepada Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Jatim dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Sementara itu sampai saat ini, Gunung yang berada diperbatasan Banyuwangi dan Bondowoso aktivitas kegempaanya sedikit meningkat, namun statusnya masih level I (Normal), dan masyarakat disekitar G. Ijen dan pengunjung/wisatawan/penambang tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah yang ada di puncak, serta serta tidak boleh menginap dalam radius 1 km dari kawah.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00