Hajatan Jakarta, Masyarakat Bisa Masuk Museum Gratis!

Museum Bahari di Jakarta Utara. (Foyo: Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: Siapa yang tidak  ingin merayakan hajatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-495?

Tepatnya, Rabu (22/6/2022) hari ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berpesta pora. Salah satu giat yang diadakan yakni, menggratiskan tiket masuk beberapa museum. 

Dua diantaranya yakni, Museum Bahari, Penjaringan dan Rumah Si Pitung Marunda, Cilincing.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Jakarta Utara Wiwik Nazali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.  

"Ya, benar ada dua Museum yang di gratiskan untuk masyarakat di Jakarta Utara," ungkap Wiwik dalam keterangan, Rabu (22/6/2022). 

Dua museum di Jakarta Utara tersebut memiliki kekhasan di bidang kemaritiman karena lokasinya yang ada di pesisir Jakarta.

Sebelum menjadi Museum Bahari, gedung bersejarah yang didirikan pada 1977 itu adalah bekas gudang persekutuan dagang Hindia Belanda atau VOC di kawasan Pasar Ikan, Kota Tua Batavia.

Gudang yang di muara Sungai Ciliwung ini terdiri atas dua sisi, yakni sisi barat dikenal dengan sebutan "Westzijdsche Pakhuizen" atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai 1652-1771).

Sedangkan yang di sisi timur disebut "Oostzijdsche Pakhuizen" atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri atas empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.

Selain itu, disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran, serta ditampilkan pula koleksi biota laut, data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), teknologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara.

Sedangkan Rumah Si Pitung yang letaknya di Jalan Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara adalah sebuah rumah panggung yang dikabarkan milik rekan Si Pitung seorang pedagang ikan bernama Haji Safiudin.

Dinamakan Rumah Si Pitung, karena Tokoh Betawi itu pernah bersembunyi dari kejaran Pemerintah Kolonial Belanda di rumah berbentuk panggung tersebut, diperkirakan pada 1883.

Rumah Si Pitung memiliki beranda, ruang tamu, kamar tidur beserta kasurnya yang diklaim asli sejak dulu, ruang makan serta dapur.

Rumah panggung yang kental dengan nuansa budaya Betawi dengan arsitektur China berukuran 40 x 8 meter persegi itu dan berdiri di atas tanah seluas 700 meter persegi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan fasilitas gratis masuk itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke dua museum bahari, yang dulu pernah tutup operasional pada 22 Juni hingga 5 Juli 2021 lalu karena pandemi covid-19. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar