Optimasi Identitas Ecoregional untuk Pembangunan Ekowisata Berkelanjutan

Foto: Dok STIK Pante Kulu

KBRN, Jakarta: Ekowisata telah menjadi isu seksi yang banyak diperbincangkan saat ini. Eforia ekowisatapun muncul di berbagai kalangan yang mengkhawatirkan terjadi ancaman terhadap konservasi sumberdaya alam dan budaya daerah. 

Konsep Identitas Ecoregional sebagai ciri khas daerah yang menjadi jati diri sekelompok masyarakat dalam batasan wilayah ekologi yang memiliki hubungan relevan antara bentang alam, budaya dan etnis perlu segera digaungkan untuk pembangunan ekowisata. 

Webinar Nasional Ekowisata dengan tema “Optimasi Identitas Ecoregional Untuk Pembangunan Ekowisata Berkelanjutan” diselenggarakan oleh Program Studi KehutananWebinar Nasional Ekowisata ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu. 

Akademisi dan Praktisi Bidang Ekowisata dan Jasa Lingkungan, Aswita S. Hut mengatakan bahwa Ekowisata merupakan alat dan bisnis konservasi masa depan. Sebagai industri yang memayungi semua bisnis, ekowisata berkontribusi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), dimana hasil akhir yang diharapkan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sejalan dengan prinsip-prinsip pelestarian Sumberdaya Alam dan Budaya Daerah secara berkelanjutan.

“Simelue merupakan pokok bahasan yang hangat diperbincangkan untuk pengembangan destinasi ekowisata dalam Webinar ini. Simelue merupakan pulau terluar Pantai Barat Sumatera di Propinsi Aceh," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Kamis (27/1/2022). 

Ketua DPD Repdem Aceh Nazaruddin yang merupakan sayap partai PDI Perjuangan Aceh menyampaikan bahwa Simelue memiliki ragam destinasi wisata paling lengkap meliputi Wisata Bahari, Agrowisata, Ekowisata, Wisata Sejarah, Budaya, Kuliner, Tsunami, Riset dan Wisata Minat Khusus.

Sekjen DPD Repdem Aceh, Sabaryani menyampaikan bahwa inisiatif besar untuk Pengembangan Ekowisata Simelue harus mendapatkan dukungan oleh semua pihak dan pelaksanaannya perlu melibatkan semua pihak terkait termasuk pemerintah. 

“Program ini akan menjadi senjata ampuh dan akan menjadi benang pengikat yang kuat untuk keharmonisan antara masyarakat dengan partai untuk bersama-sama mebangun masa depan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui sector Ekowisata," imbuhnya. 

Destinasi Ekowisata Simelue

Terdapat banyak sekali potensi ekowisata di Pulau Simelue yang layak dikembangkan untuk menjadi destinasi Ekowisata skala Internasional, diantaranya yaitu:

1. Pulau Siumat

Pulau Siumat menyuguhkan keindahan yang sangat menawan. Pulau Siumat merupakam sebuah pulau kecil yang memiliki air laut yang sangat jernih dan bukit hijau di sepanjang pantai.

2. Danau Air Tawar Teluk Dala

Danau Air Tawar ini memiliki banyak perbukitan hijau bagaikan sebuahi lukisan pemandangan alam yang asri dan menawan. Danau ini memiliki panjang sekitar 800 m dan lebar 500 m.

3. Pulau Tep

Pulau ini menawarkan pemandangan bahari yang sangat eksotis dan pesona alam yang menyejukkan mata. Destinasi wisata ini sangat cocok untuk pengunjung yang menyukai snorkling atau diving.

4. Batu Siambong-Ambong Alafan

Objek ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer. Maharkarya batu yang menjorok kelautan seperti batu di Alaska menjadikannya banyka dikunjungi wisatawan karena ciri khasnya sang sangat unik.

5. Pantai Labuhan Bakti

Pantai ini menyuguhkan pemandangan indah dari laut dan pepohonan yang asri di sekitarnya. Demburan ombak laut yang menerpa serta keindahan dari air lautnya yang bersih dan segar menciptakan suasana yang sangat romantic

6. Air Terjun Putra Jaya

Objek ini menawarkan keindahan dari air terjun sekaligus danau yang sangat jernih dipadukan dengan pepohonan hijau nan asri di sekelilingnya. Air terjun ini masih sangat alami dipedalaman hutan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.

7. Pulo Taman Raja Rayo

Pulau ini merupakan tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam yang memukau dan kabarnya pulau ini pernah hilang karena abrasi namun bisa muncul kembali setelah peristiwa tsunami tahun 2004 silam.

8. Pantai Pasir Merah

Pantai ini sangat unik karena memiliki pasir pantai yang berwarna kemerah-merahan. Pantai yang masih alami ini memiliki pasir yang bertekstur halus dan kasar, serta menjadi semakin merah ketika hujan datang.

Destinasi lainnya yang sangat mempesona adalah Pantai Thailand, Pantai Pasir Tinggi, Pantai Ganting, Pantai Busung, Pantai Nacala, Pulau Mincau, Makam Teungku Diujung, Hutan Tropis Simelue, Taman Bawah Laut Simelue, Kebun Rempah Tradisional, Kawasan Budidaya Lobster. 

Sungguh potensi luar biasa dan masih sangat alami yang layak untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata kelas dunia melalui konsep “One Stop Ecotourism Landscape Development” dengan tetap menjunjung tinggi Identitas Ecoregional Simelue sebagai bagian dari pulau-pulau terluar pantai Barat Sumetera yang kaya akan Sumberdaya Alam dan Budaya Daerahnya yang luar biasa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar