FOKUS: #PPKM

Penutupan Akses Anyer-Carita, Diskresi Kepolisian

Penutupan akses menuju lokasi wisata Pantai Anyer dan Carita harus dilakukan. Pasalnya, kunjungan wisatawan ke destinasi bahari itu pada awal tahun 2022 ini mengalami lonjakan yang signifikan. Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Hariyono menerangkan, sebagian besar kawasan pantai di Anyer dan Carita penuh sesak pengunjung hingga 70 persen dari kapasitas maksimal. (Rohmanudin/RRI)

KBRN, Cilegon: Penutupan akses menuju lokasi wisata Pantai Anyer dan Carita merupakan diskresi kepolisian yang harus dilakukan.

Pasalnya, kunjungan wisatawan ke destinasi bahari itu pada awal tahun 2022 ini mengalami lonjakan yang signifikan. 

"Setelah kami analisa ternyata pengunjung yang menuju pantai Anyer dan Carita semakin banyak, sehingga kami menjalankan diskresi dengan memutarbalikkan kendaraan yang akan menuju Anyer dan Carita," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Hariyono kepada wartawan dan RRI.co.id, di sela-sela kegiatan pengamanan jalur wisata menuju pantai Anyer dan Carita, Minggu (2/1/2022).

Sigit lanjut menuturkan, sebagian besar kawasan pantai di Anyer dan Carita penuh sesak pengunjung hingga 70 persen dari kapasitas maksimal.

Oleh karena itu, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri atau Imendagri Nomor 66 tahun 2021 dan Instruksi Wali Kota Cilegon Nomor 7 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022, pihaknya harus menutup kawasan tersebut.

"Minggu (2/1) sejak pukul 12.00 WIB, banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai Anyer dan Carita, dan volume sudah mencapai 70 persen. Kami tentunya sebagai petugas kepolisian, melakukan penutupan sesuai dengan Instruksi Mendagri dan Intruksi Wali Kota Cilegon," ucapnya.

Kapolres menyampaikan, penutupan dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penyebaran wabah Covid-19 terutama dengan wabah Covid-19 jenis Omicron.

Meski demikian, ada pengecualian terhadap kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalur wisata, di antaranya, seperti kendaraan ambulans, kendaraan yang akan melaksanakan dinas pemerintahan, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan milik industri serta kendaraan masyarakat yang tinggal di daerah Anyer dan Carita.

"Bagi kendaraan yang memiliki prioritas, seperti ambulans, kendaraan dinas pemerintahan, dan kendaraan milik industri, serta kendaraan masyarakat yang tinggal di Anyer dan Carita, kami perbolehkan (masuk)," ungkapnya.

Lebih jauh Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar rumah, agar membekali diri dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Dengan begitu, pengunjung yang datang ke lokasi pantai Anyer dan Carita akan ketahuan apakah dari zona Kuning, Hijau atau dari Zona Merah penyebaran Covid-19.

"Bagi masyarakat yang akan berpergian, diimbau agar download dahulu aplikasi PeduliLindungi. Karena saat ini kami (Polres Cilegon) telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi tersebut. Sehingga, akan ketahuan masyarakat yang datang itu dari  zona merah, kuning, apa hijau," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar