FOKUS: #PPKM

Tahun Baru: Kuta Sempat Macet, Sanur Padat

Sejak pukul 17.00 WIB sore, suasana Pantai Kuta, Badung, sempat macet akibat volume kendaraan yang berlebihan. Menurut Wayan (35), salah seorang pemukim di kawasan Jalan Poppies, macet itu sudah biasa, sehingga tidak ada lagi yang dapat dilakukan, selain menikmatinya sampai terurai dengan sendirinya. (Foto: Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Sejak pukul 17.00 WIB sore, suasana Pantai Kuta, Badung, sempat macet akibat volume kendaraan yang berlebihan.

"Kuta ini satu arah, jadi bukan saja pengunjung pantai yang ke sini, tapi mereka yang kendaraannya hendak memutar, atau mereka yang pulang dari legian, pusat perbelanjaan, ditambah lagi parkiran sepeda motor yang memang sudah mengambil sedikit dari bahu jalan. Jadi memang sudah langganan macet jika volume kendaraan berlebihan," terang Wayan (35), salah seorang pemukim di kawasan Jalan Poppies, saat ditemui RRI.co.id di Pantai Kuta, Sabtu (1/1/2021).

Menurut Wayan, macet itu sudah biasa, sehingga tidak ada lagi yang dapat dilakukan, selain menikmatinya sampai terurai dengan sendirinya.

"Nanti juga habis sendiri macet itu. Apalagi Tahun Baru seperti sekarang, pasti macet. Bagus untuk ekonomi kawasan Kuta. Nanti juga terurai sendiri kalau sudah malam," sambung Wayan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan sumber RRI.co.id, kawasan Pantai Sanur sekitar pukul 18.00 WIB sore mengalami kepadatan pengunjung maupun kendaraan.

Sepanjang jalan menuju Pantai Sanur, Denpasar, Bali, nampak penuh sesak sepeda motor, karena sudah beralih fungsi sebagai lahan parkir. (Foto: Eko Sulestyono)

Sepanjang jalan menuju Pantai Sanur, Denpasar, Bali, nampak penuh sesak sepeda motor, karena sudah beralih fungsi sebagai lahan parkir bagi pengunjung.

"Jalan menuju Pantai Sanur ini cukup panjang hingga pintu masuk kawasan pantai. Dan semakin masuk ke dalam, akses jalan semakin padat dengan sepeda motor pengunjung yang parkir di sini," ucap Sutrisna (41), seorang pedagang jajanan di kawasan Pantai Sanur kepada RRI.co.id.

Meski demikian, bagi Sutrisna, yang adalah pendatang asal Bandung, Jawa Barat, keadaan seperti ini memang sudah berlangsung sejak lama dan diklaim tidak mengganggu bagi siapapun.

"Bagi pengunjung yang penting sepeda motor aman karena ada yang jaga. Dan buat saya, dagangan laku keras karena banyak pengunjung," ujar Sutrisna.

Sumber: Eko Sulestyono/Denpasar, Bali

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar