Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit Danau Jempang

Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit di Kampung Tanjung Jan, Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat

KBRN, Sendawar: Selain objek wisata Pulau Kelapa di Kampung Pulau Lanting, ada juga lokasi wisata lainnya dalam kawasan Danau Jempang, Kecamatan Jempang yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal, yakni Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit di Kampung Tanjung Jan atau Kampung Tetangga Pulau lanting.

Tidak hanya bedekatan, ternyata kedua objek wisata ini saling menghubungkan, karena setelah menikmati keindahan Danau Jempang dari atas Dermaga Tanjung Jan, wisatawan juga bisa langsung menuju Pulau Kelapa di Kampung Pulau Lanting lewat dermaga tersebut menggunakan perahu ketinting cukup dengan merogoh kocek Rp10.000 per orang.

Baca Juga : Warga Harus Melewati Jalan Berlumpur untuk Menikmati Keindahan Pulau Kelapa di Kubar

Objek Wisata Pulau Kepala di Kampung Pulau Lanting yang terletak berdekatan dengan Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit di Kampung Tanjung Jan, Kecamatan Jempang

Khusus untuk Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit, saat ini Pemerintah Kampung belum meresmikannya sebagai objek wisata dan masih dalam tahap pengembangan.

“Rencananya kami akan melakukan pelebaran dermaga sekitar 8 meter, kemudian ada juga perpanjangan 12 meter untuk buat lagi dermaga yang luas,”kata Kepala Kampung Tanjung Jan, Moses Jemi kepada RRI di Sendawar, Jumat (3/12/2021).

Selain perluasan area dermaga yang saat ini masih sempit tambah Jemi, pihaknya juga akan menambah fasilitas umum guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung

Petinggi atau Kepala Kampung Tanjung Jan, Moses Jemi

“Jadi kita akan menambah rumah makan karena banyak pengunjung juga mengeluh terutama yang datang dari jauh sulit mencari tempat makan, jadi kita akan buat nanti rumah makan induk, terus kita juga mau tambah WC umum, itu rencananya,”tambah Jemi

Menurutnya masih banyak yang ingin ditambah secara bertahap menyesuaikan anggaran Dana Desa, seperti membuat tempat pertemuan, tempat menginap bagi pengunjung hingga membuat dermaga terapung.

“Ya mudahanlah bisa terwujud menyesuaikan kondisi keuangan desa. Yang jelas kita perluas dulu dan tambah fasilitas umum untuk masyarakat,”ungkapnya

Karena belum ditetapkan sebagai objek wisata lanjut Jemi, Pemerintah Kampung juga sampai saat ini belum membuat aturan terkait retribusi pengunjung meski sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal Kutai Barat.

“Jadi belum ada retribusi sama sekali. Seperti di WC itu kami buat kotak untuk sukarela pengunjung saja. Begitu juga parkir sampai karcis masuk hanya untuk sukarela, ada yang masukin ke kotak yang sudah kami sediakan ada juga yang tidak. Artinya dibilang pungut tetap pungut, tapi tidak harus pungut dalam artian ditulis tapi tidak wajib,”lanjutnya

Pengunjung yang datang ke Dermaga tersebut terang Jemi bisa mencapai ratusan orang, terutama di akhir pekan sejak di bagun oleh Peemerintah Kampung Tanjung Jan sekitar dua bulan lalu.

“Untuk pengunjung di hari sabtu dan minggu dilihat dari karcis masuk yang tidak kami wajibkan itu sampai Rp400 ribu, kadang bisa dapat sampai Rp500 ribu. Itu yang bayar sukarela diluar yang masuk tanpa bayar. Tapi tidak nentu juga, kadang selain hari sabtu dan minggu juga bisa sampai ratusan orang,”terangnya

Maka itu Ia menghimbau kepada masyarakat yang datang berkunjung ke Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan di area dermaga. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini tetap mengutamakan protokol kesehatan demi kebaikan bersama.

“Hati-hati juga dengan barang yang dibawa seperti HP, karena sudah berapa kali ada HP pengunjung terjatuh ke-dalam danau ini, kasian juga kan kalau sampai kejadian. Lain kalau sudah diresmikan bisa kita bantu sedikit. Ya semoga nanti di akhir tahun 2022 sudah bisa kita resmikan jadi objek wisata,”pugkas Jemi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar