Sandiaga Tegas, PPKM Nataru Aktivitas Pariwisata Dibatasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, saat meninjau Desa Wisata Cikolelet, di Serang, Banten. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

KBRN, Jakarta: Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara nasional, termasuk pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan, kebijakan ini diambil berkaca dari adanya peningkatan mobilitas yang diikuti dengan lonjakan kasus Covid-19 pada momen Nataru di tahun 2020.

Menparekraf RI, Sandiaga Uno (SS/YouTube Kemenparekraf)

"Seiring dengan penyiapan Nataru agar semua dalam lingkup yang rendah dan kondusif kami akan secara tegas menerapkan PPKM level 3 di lingkup pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandi dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara daring, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (22/11/2021).

Sandi mengatakan, pihaknya tengah melakukan finalisasi kebijakan ini dalam satu pekan ke depan melalui surat edaran yang diikuti dari penerbitan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Memastikan destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif patuh dan disiplin terhadap penerapan PPKM level 3, tidak terkecuali hotel, restoran, tempat wisata, taman rekreasi dan tempat hiburan lainnya termasuk bioskop," ujarnya.

"Yang perlu diingat tentunya penerapan PPKM level 3 ini bukan melarang, sekali lagi saya garis bawahi bukan melarang, tetapi membatasi lingkup peraturan PPKM level 3 untuk operasional dan aktivitas usaha," ungkapnya.

Lebih lanjut Sandi menuturkan, pemberlakuan PPKM level 3 akan mempertimbangkan aspek keadilan.

Ia mengungkapkan telah mendapat keluhan dari banyak pelaku usaha mengenai pembatasan kegiatan pada akhir tahun.

"Sebagian teman-teman terutama dari dunia usaha menyampaikan keluhan, dan kami mencoba pendekatan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk meyakinkan bahwa agar kita mencapai situasi yang lebih baik. Keputusan yang tegas ini mesti kita ambil dan kita implementasikan," tandasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00