'Tiwah' Ritual Suku Dayak yang Terus Diaktualisasikan

KBRN, Palangka Raya: Tak bisa dipungkiri yang membanggakan bagi suku Dayak hingga sampai ini, adalah masih terpeliharanya beragam tradisi atau ritual. Upacara ritual Tiwah salah satunya.

Pertanyaannya sekarang, apakah ritual Tiwah yang konon hanya ada satu-satunya ritual di muka bumi ini, selain mampu dilestarikan, maka di sisi lain apakah mampu memikat daya tarik banyak orang untuk melihat dan mengikuti pelaksanaannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan mengungkapkan, setiap pelaksanaan ritual Tiwah selama ini selalu mampu mengundang perhatian masyarakat luas.

“Bahkan sebelum pandemi Covid -19, setiap pelaksanaan ritual Tiwah banyak mengundang wisatawan manca negara (wisman),” kata Guntur, saat menghadiri pelaksanaan Tiwah massal di Desa Tumbang Korik Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, akhir lalu.

Ditambahkan Guntur, upacara ritual Tiwah merupakan acara keagamaan umat Hindu Kaharingan yang sejauh ini telah mendapat perhatian dan dukungan pemerintah. 

Ritual itu selain menjadi acara keagamaan umat Hindu Kaharingan, di sisi lain diharapkan bisa memberi pesona daya tarik wisatawan.

“Tentunya apa yang menjadi suatu tradisi dan ritual di Kalteng harus terus diaktualisasikan, didukung dan dijaga,”ujar Guntur.

Ditambahkannya, Kalteng perlu berbangga dimana ritual Tiwah, sejauh ini sudah masuk Calender Of Even (CoE) Kemenpar, sehingga setiap pelaksanaannya selalu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu Simonsius tokoh masyarakat Desa Tumbang Korik menyampaikan, pelaksanaan Tiwah di desa itu berlangsung dari tanggal 23 September dan berakhir 31 Oktober.2021.

“Saat ini tahapan ritual yakni puncak ‘Tabuh’ yang berlangsung dari 22-23 Oktober 2021. Setidaknya disiapkan enam ekor hewan kerbau akan dilakukan prosesi penombakan saat tabuh,” jelasnya.

Perlu diketahui tambah Simonsius, ritual Tiwah merupakan upacara penyucian dan pengantaran roh leluhur ke alam surga bagi umat Hindu Kaharingan. 

Tiwah merupakan prosesi dikembalikannya roh orang yang sudah meninggal kepada Sang Pencipta atau dikenal dengan Ranying Hattala Langit. (NT/SUMBER : MEDIA CENTRE PALANGKA RAYA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00