Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemerintah Promosikan Likupang

Pantai Likupang/ Net

KBRN, Jakarta: Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ikut mempromosikan pesona pantai Likupang Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septriana Tangkary menjelaskan, promosi dilakukan karena pariwisata, sesuai dengan RPJMN 2020-2024 memiliki nilai-nilai utama.

“Pariwisata, sesuai dengan RPJMN 2020-2024, memiliki nilai-nilai utama yang terdiri dari pariwisata berkelanjutan; SDM terampil; kepuasan pengalaman; diversifikasi produk dan jasa; serta adopsi teknologi. Adaptasi teknologi dapat dilakukan para pelaku pariwisata dengan aplikasi super Jaringan Pariwisata JPHub,” jelas Septriana dalam webinar 'Likupang Rebound: Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Likupang dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional', yang disiarkan melalui Zoom dan kanal YouTube DJIKP, Selasa (21/9/2021).

Kementerian Kominfo bersama Kementerian Parekraf mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dengan penyediaan sinyal, pembangunan BTS, penyiapan sinyal 4G, dan mendukung pelatihan-pelatihan digital bagi pelaku UMKM dan Ultra Mikro bidang kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Audy Sambul menjelaskan, bahwa dalam melaksanakan promosi pariwisata, Minahasa Utara harus melibatkan pentahelix, salah satunya melalui bantuan akademisi dengan menciptakan aplikasi pariwisata Minahasa Utara yang akan diluncurkan pada tahun 2022. Branding wisata Likupang sendiri adalah Explore Likupang, yang telah ditetapkan oleh Menteri Parekraf, Sandiaga Uno.

“Promosi Pariwisata yang telah dilakukan di antranya adalan promosi di dalam dan luar negeri; Promosi melalui media sosial; Promosi melalui festival dan kegiatan, expo, FAM Trip Tour Operator; serta MICE atau wisata konvensi. Salah satunya seperti yang pelaksanaan festival di Marinsow, KEK Likupang, yang direncanakan pada bulan Oktober,” terangnya.

Perlu diketahui, Likupang memiliki eksotisme pantai berpasir putih dan keelokan budayanya membuat Likupang mampu menjadi magnet bagi para wisatawan.

Likupang, Minahasa Utara, memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Sulawesi Utara. Likupang juga memiliki banyak spot diving dengan keunikan biota laut dan karang yang merupakan perpaduan antara Bunaken dan Lembeh. Keunikan lain yang dapat dinikmati adalah satwa endemik Pulau Sulawesi seperti sang primata terkecil tarsius, rusa, serta wisata menyaksikan penyu bertelur. 

Selanjutnya, Koordinator Sub Direktorat Maritim Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Yudi Syahrial yang juga hadir sebagai pembicara menekankan tentang pentingnya pemulihan sektor pariwisata di era pandemi. 

Diakuinya pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia, namun optimisme untuk memulihkan ekonomi di sektor pariwisata di Indonesia harus diperkuat. Pemerintah mendukung upaya pemulihan tersebut dengan mengadakan webinar atau sosialisasi, vaksinasi, dan tetap melaksanakan protokol CHSE yang ketat.

“Ada tiga fase yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan pariwisata di Indonesia. Pertama, tanggap darurat dengan menginisiasi program perlindungan sosial dan mendorong kreativitas dan inovasi dari rumah. Kedua, pemulihan dengan membuka tempat wisata secara bertahap dengan memperhatikan protokol CHSE dan mendukung optimalisasi MICE,” tambahnya.

Ketiga, normalisasi; meningkatkan minat pasar dan diskon paket wisata dan MICE. Jika kita berbicara promosi pariwisata, media sosial pun tidak dapat terlepas. 

Adapun nara sumber lainnya, Pakar Media Sosial Rulli Nasrullah mengatakan, ketika kita posting kegiatan pariwisata, hal tersebut bukan hanya untuk diri sendiri, akan tetapi dapat menjadi informasi bagi orang lain. Konten dan visualisasi yang baik mampu menjadi kekuatan dalam pemasaran digital yang dapat ‘membius’ calon wisatawan dan mampu menjadi top of mind dari suatu destinasi pariwisata. 

“Dengan satu tweet atau postingan untuk meramaikan media sosial dapat membantu mempromosikan pariwisata di Indonesia, yaitu berbentuk endorse dimana secara tidak langsung memberikan rekomendasi, ulasan pribadi serta membuka ruang interaksi terkait pengalaman,” terangnya.

Ketika terdapat keterbatasan untuk melakukan promosi terutama acara offline, promosi dari pemerintah tidak akan cukup. Karenanya, diperlukan peran netizen dan penduduk Indonesia untuk melakukan publikasi dan amplifikasi pariwisata di Indonesia.Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dengan melibatkan lebih dari 250 orang peserta secara daring.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00