Di Maligi, Matahari Lebih Cantik daripada Bulan

Foto: (dok. Ist/Ajo Wayoik)

KBRN, Pasaman Barat: Banyak lagu yang diciptakan untuk menyanjung kecantikan bulan. Tapi bukan berarti hanya bulan benda langit yang menawan. 

Mataharipun punya pesonanya sendiri. Terutama, yang paling digemari orang adalah ketika sang surya turun ke peraduan. Tapi di Nagari Maligi, Pasaman Barat, Sumatera Barat, pesona matahari terlihat, bahkan sejak ia naik dari ufuk.

Kecantikan horizon timur Maligi mulai tampak ketika gelap beranjak dari nagari persiapan itu. Warna kuning, hingga magenta memunculkan gradasi yang pelan-pelan mengarah pada satu warna. 

Sang mentari yang bangkit seiring pulangnya orang-orang dari Shalat Subuh di masjid Maligi, menghasilkan semburat cahaya di balik Talamau. Gunung legendaris di Bumi Pasaman itu menjadi siluet dengan lekuknya yang khas. 

Ritno, salah seorang penggerak wisata yang juga menekuni dunia fotografi mengatakan, pemandangan subuh di Maligi berbeda dengan daerah lain yang pernah ia bidik dengan lensanya. 

"Di sini sunrisenya benar-benar khas. Barangkali karena tertutup Gunung Talamau, maka terasa lebih lama jadinya. Sehingga waktu yang tersedia untuk memotret pemandangan menjadi lebih panjang pula," sebutnya. 

Selain pemandangan Talamau, hamparan air payau yang luas turut memperindah foto yang dihasilkan. 

"Pantulan di air begitu eksotis, jadi kalau kita mendapat angle yang tepat rawa itu akan seperti cermin luas," sebut sekretaris tim Satuan Tenaga Konselor (SANAK) Pariwisata ini.

Lebih jauh lagi, Ritno mengatakan, banyaknya kehidupan yang mulai menggeliat pada pukul 06.00 hingga 07.00 sangat kompleks untuk dipotret. 

"Ada kerbau yang mulai masuk ke rawa, nelayan yang pulang atau baru turun, para pencari kerang, hampir semuanya menarik," sebutnya. 

Untuk mendapatkan lokasi pengambilan foto yang menarik, Ritno menyarankan, agar fotografer datang lebih cepat. 

"Kalau bisa sehari sebelum mengincar sunrise, kita sampai di Maligi. Kita bisa menandakan spot memotret dulu. Saya saja, sudah menandakan sekitar 12 spot menarik," katanya. 

Tapi kalau ingin mendapatkan posisi matahari pas di tengah rawa, Ritno menyarankan memotret dari tengah jembatan panjang Maligi. 

Selain sunrise, tentu saja sunset juga menjadi suguhan pemandangan alam yang paling diincar pengunjung di Maligi. 

Peru, salah seorang putra daerah yang juga gemar memotret sunset mengatakan, pemandangan sunset maligi selalu dipuji netizen ketika fotonya ia upload. 

"Banyak yang muji. Mereka kira saya dapat foto dari daerah yang jauh. Padahal saya motret di kampung sendiri," sebut pemuda yang mengaku hanya mengandalkan kamera handphone tersebut. 

"Pakai kamera HP pun cantik kok hasilnya. Siluet kelapa, hutan bakau, kerbau, bangau, itu menarik semua," katanya. 

Peru mengingatkan agar fotografer tidak mengambil dari dalam rawa apabila air sedang pasang. 

"Di sini kedalaman rawanya beda-beda. Takutnya nanti malah masuk ke lubuk. Bahaya," katanya.

Untuk pengambilan foto dari rawa, Peru menyarankan untuk naik ke perahu bersama nelayan.

Maligi adalah salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang di Pasaman Barat. 

Bagi pengunjung yang mengincar pemandangan sunset dan sunrise bisa dipastikan akan membutuhkan penginapan. Jangan khawatir, di Maligi sudah ada sejumlah rumah penduduk yang disiapkan sebagai homestay. (rilis/Ajo Wayoik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00