FOKUS: #PPKM MIKRO

TMII Berlakukan Pengecualian dalam Pemberlakuan Ganjil Genap

Petugas melakukan operasi ganjil-genap di pintu masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 19 September 2021 (Alfred Tuter/RRI)

KBRN, Jakarta: Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membenarkan pihaknya memberikan pengecualian dalam pemberlakuan sistem ganjil-genap (gage) akhir pekan di tempat wisata.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Badan Pengelolaan TMII, Adi Wibowo, mengutarakan, pengecualian diberikan pada mereka yang ingin menghadiri pesta pernikahan.

"Ya betul," kata Adi di TMII, Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Minggu (19/9/2021).

Menurut Adi, kegiatan tersebut bukanlah bagian dari wisata.

Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas kepolisian agar pengunjung dengan kategori demikian tetap boleh masuk sambil berkendara meski plat nomor kendaraannya tak sesuai. 

"Bahwa kita kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait bahwa memang ada beberapa kegiatan Taman Mini ini yang tidak identik idengan wisata," tuturnya.

Di sisi lain, para tamu ini, kata Adi, juga tetap harus menunjukkan bukti fisik undangan.

Apabila tak bisa menunjukkan, ia mempersilakan petugas memutar balik kendaraan roda empat tersebut.

"Iya kesepakatan kemarin di hari Jumat kita sampaikan kepada pihak kepolisian bahwa memang ada kegiatan hajatan ya di hari ini, di anjungan Jawa Tengah. Itu bahwa bagi mereka yang berkepentingan hajatan untuk menunjukkan bukti fisik undangannya," jelas Adi.

"Kalau tanpa bukti fisik undangannya itu monggo kepada rekan kita polisi untk memutar arah," tambahnya melengkapi.

Sebelumnya, pemberlakuan ganjil-genap di tempat wisata TMII, Jakarta Timur bagi kendaraan roda empat memasuki hari ketiga pada Minggu 19 September 2021.

Sejumlah kendaraan masih ada yang belum tahu penerapan kebijakan ini. 

Sementara ada juga beberapa kendaraan tetap diperbolehkan masuk meski memiliki nomor polisi genap.

Mereka yang datang itu ternyata untuk menghadiri acara pernikahan di dalam TMII dan plat kedinasan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00