Sudah Tajir, 'Hobi Ngeruk', Ternyata Gara-gara Ini

Ade Reza menjelaskan, kejahatan korupsi sulit untuk dipisahkan dari akses kekuasaan. Karena itu parpol yang berkuasa biasanya punya potensi terjerat kasus korupsi lebih besar dibandingkan yang lain.  

"Akses kekuasaan membuka kesempatan lebih besar untuk penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi menimbulkan korupsi," ujarnya.

"Kondisi ini diperburuk dengan lemahnya mekanisme akuntabilitas dan sistem pengawasan, terutama pada pos kementerian atau lembaga dengan sumber anggaran yang besar, dan kewenangan yang bersifat extra ordinary, termasuk diskresi yang luas," pungkasnya menambahkan.

Terpisah, anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto mengatakan, praktik korupsi dilakukan di tengah  kondisi pandemi Covid-19 memang memilukan dan membuat hati rakyat terpukul.

Pasalnya, di saat rakyat sedang terdampak secara sosial karena Covid-19, banyak yang kehilangan penghasilan dan membutuhkan bantuan, ternyata para menterinya asyik korupsi.

"Ini moral hazard yang tidak bisa diterima dan sangat memilukan serta memalukan wajah Indonesia, wajah pemerintah," kata Didik dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/12/2020).

Diketahui, dua menteri Jokowi di periode dua ini tersandung kasus hukum. 

Pertama adalah Menteri KKP Edhy Prabowo, kader Partai Gerindradalam kasus ekspor benur.

Kedua Juliari yakni Mensos terseret kasus progam bansos pandemi Covid-19, yang merupakan kader PDI Perjuangan. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan 30 April 2020, Eks Mensos Juliari Batubara memiliki harta kekayaan sebesar Rp 47.188 miliar.

Sebagian besar harta yang dimiliki Juliari berbentuk properti yang meliputi aset tanah dan bangunan yang taksiran nilainya mencapai mencapai Rp48 miliar.

Sementara dalam laporan resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), disebutkan bahwa harta kekayaan Edhy mencapai Rp 7.422.286.613.

Laporan itu dibuat pada 31 Maret 2020 saat tengah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Mayoritas harta kekayaannya berupa tanah dan bangunan dengan total Rp 4.349.236.180.

Foto: (Dok Ist/College/Antara Foto/Galih Pradipta/aww/Reno Esnir/nz)

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00