Terkena Gas Air Mata, Lakukan Hal Ini!

Foto: dreams.metroeve.com

KBRN, Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar penyampaian aspirasi penolakan omnibus law UU Ciptaker pada Selasa (20/10/2020).

Dalam penyampaian aspirasinya, para massa meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar segera mencabut undang-undang tersebut melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

Beberapa waktu lalu, penyampaian aspirasi sempat diwarnai kericuhan dan polisi sempat menembaki gas air mata. Lalu apa dampak jika anda terkena gas air mata?

Dikutip dari Hellosehat, gas air mata sendiri umumnya tidak mematikan, tapi beberapa agennya beracun dan bisa memicu peradangan pada kulit, selaput lendir mata, hidung, mulut, serta paru-paru. 

Efek semprotan gas biasanya dapat mulai terasa dalam 30 detik setelah kontak pertama. Gejala termasuk sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, sensasi tenggorokan tercekik, disorientasi, dan perubahan emosional drastis (kebingungan, kepanikan, dan kemarahan intens). 

Mereka yang mengalami kontaminasi berat juga dapat menderita muntah-muntah dan diare. Efek disorientasi dan kebingungan mungkin tidak sepenuhnya psikologis. Dalam beberapa kasus, pelarut yang digunakan untuk menyiapkan gas dapat memicu perubahan kerja otak yang menimbulkan reaksi psikologis negatif, dan mungkin lebih beracun dari agen penghasil air matanya itu sendiri.

Bagaimana cara melindungi diri dari paparan gas air mata?

Jika Anda merasa akan terjebak dalam situasi yang rentan, mengenakan kacamata pelindung adalah perlindungan terbesar yang bisa Anda miliki. Anda dapat menggunakan kacamata renang jika kacamata khusus pelindung bahan kimia tidak tersedia.

Anda juga bisa mencegah risiko sesak napas akibat menghirup gas dengan merendam bandana atau handuk kecil dalam jus lemon atau cuka, dan simpan dalam sebuah kantong plastik. Anda dapat bernapas melalui kain yang diasamkan tersebut selama beberapa menit untuk memberikan tambahan waktu melarikan diri.

Granat gas air mata akan memuntahkan wadah logam yang akan melepaskan gas di udara. Wadah ini panas, jadi jangan menyentuhnya. Jangan mengambil tabung gas air mata yang tergeletak di jalanan, karena dapat meledak suatu saat dan menyebabkan cedera.

Apa yang harus dilakukan jika kita kena gas air mata?

Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol yang terpasang di ujung senapan gas dan ditembakkan dengan peluru kosong sehingga campuran zat ini menyebar di udara. Oleh karena itu, Anda mungkin mendengar suara tembakan kencang ketika pelatuk gas air mata dilepaskan. Jangan panik menganggap Anda ditembak peluru mesiu.

Tindakan terbaik untuk menghadapinya adalah tetap tenang dan cari udara segar. Segera mendongak ke atas ketika Anda mendengar tembakan, dan hindari berada di jalur yang sama dengan granat. 

Keluar dari kerumunan dan cari tempat yang aman dengan sirkulasi udara lancar. Lawan arah angin atau pergi ke tempat yang lebih tinggi. Setelah Anda berhasil lolos ke tempat aman, efek gas akan mereda sendiri kurang lebih dalam 10 menit. Jika Anda memakai lensa kontak, segera lepaskan. 

Langsung cuci mata dan wajah dengan larutan saline steril atau air bersih sampai gejala iritasi mereda. Cara lainnya, guyur seluruh badan dengan susu. Susu adalah salah satu cara untuk menetralisir efek gas air mata yang dipercaya mampu meringankan rasa sakit.

Jika Anda tidak mengenakan kacamata pelindung, kacamata renang, atau masker gas, tutupi wajah dengan bagian dalam baju. Dengan begitu, Anda bisa mengulur waktu untuk mendapatkan sedikit udara yang tidak terkontaminasi gas. Namun jika baju Anda sudah kena semprot terlalu banyak, cara ini akan percuma. 

Segera lepaskan baju Anda agar paparan gas tidak semakin mengiritasi kulit. Kulit yang terkena gas harus dicuci dengan sabun dan air. Kulit yang mengalami gejala luka bakar dapat diperban.

Apabila menghirup gas membuat Anda kesulitan bernapas, dapatkan bantuan oksigen tambahan. Dalam beberapa kasus, kesulitan bernapas karena gas air mata juga dapat cepat ditanggulangi dengan menghirup inhaler asma (obat hirup).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00