Catat, Ini Bahayanya Penggunaan Scuba dan Buff

Ilustrasi

KBRN, Jakarta: Saat ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dianggap berbahaya ditengah pandemi covid-19 yang semakin menakutkan penyebarannya. Hal tersebut dikarenakan kedua masker tersebut dianggap terlalu tipis dalam pemilihan bahannya.

Dalam kebanarannya masker scuba banyak dipilih masyarakat karena bentuknya yang elastis. Meski begitu, ternyata scuba tidak disarankan karena tidak efektif melindungi diri dari virus corona.

Lalu, kenapa masker scuba dan buff dianggap berbahaya? Berikut rangkuman penjelasan yang berhasil RRI dapat dari beberapa sumber, diantaranya:

1. Hanya memiliki satu lapis saja

Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis, sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar. Maka dari itu beberapa peneliti menyarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk dapat menjaga tubuh seseorang dari ancaman virus Covid-19.

2. Buff tidak dapat mencegah droplet yang keluar

Dalam penelitan yang dilakukan ilmuwan Duke University, buff tak dapat mencegah droplet keluar dari mulut saat berbicara. Seperti diketahui, droplet yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin adalah jalur masuk penularan Covid-19.

Diketahui bahwa ketika orang berbicara dan droplet keluar dari mulut, artinya risiko penularan penyakit tetap tinggi. Jadi buff adalah jenis masker yang paling tidak efektif mencegah transmisi.

Bahkan dalam riset itu disebutkan, orang yang memakai buff jauh lebih buruk dibanding orang yang tidak memakai masker sama sekali. Menurut para peneliti, buff membuat droplet semakin berkembang biak di udara.

3. Masker scuba mudah melar

Masker kain dengan bahan yang lentur seperti scuba akan melar atau merenggang saat dipakai. Hal ini membuat kerapatan pori kain membesar serta membuka yang mengakibatkan permeabilitas udara menjadi tinggi.

Akibatnya, peluang partikular virus untuk menembus masker pun disebutnya semakin besar. Bahkan banyak orang seringkali menggunakan masker scuba dengan salah yakni dengan menariknya ke dagu sehingga fungsi masker menjadi tidak ada dan itu pun dapat membuat masker tersebut gampang mellar atau longgar saat dikembalikan pada posisi dimana menutup hidung tidak lagi rapat.

4. Kemampuan filtrasi masker scuba rendah

PT KCI menjelaskan jika kedua masker tersebut dianggap hanya efektif mencegah penularan Covid-19 sebesar 5 persen saja. Masker scuba sendiri terdiri dari satu lapis kain dan memiliki bentuk seperti masker bedah.

Sedangkan masker buff terdiri dari kain karet lentur yang memiliki fungsi utama utama untuk melindungi leher. Namun, masker buff juga memiliki fungsi lain, diantaranya dapat menjadi masker hingga menjadi bandana.

Menurut penelitian di Duke University, kedua masker tersebut kurang efektif dalam mencegah virus Covid-19 karena terdiri dari satu lapis kain.

5. Scuba dan Buff berbahan elastis dan porinya besar

Masker scuba dan buff tidak bisa melindungi diri dari Covid-19. Bahkan Buff dianggap bukan sebagai masker karena dianggap memiliki jaring yang porinya jauh lebih besar. 

Tidak hanya itu scuba juga dianggap memiliki pori besar. Kedua, tidak memberikan ruang bagi bibir ketika seseorang berbicara.

Keduanya dipastikan tidak nyaman digunakan karena tidak memberikan ruang yang membuat bibir kita bebas bergerak saat bicara tanpa menyentuh dinding maskernya. Kalau ini dilakukan, sebentar-sebentar pasti kita akan disibukkan dengan memperbaiki letak masker yang turun dan sebagainya.

Larangan pemakaian masker scuba dan buff pertama kali dikeluarkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) untuk pengguna menerapkan protokol kesehatan selama naik kereta rel listrik (KRL). Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet atau tetesan air.

"Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," kata Anne dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00