Yuk, Isi Silahturahmi Lebaran dengan Permainan Seru

ilustrasi congklak( Foto: pixabay)

KBRN, Jakarta: Momentum Lebaran atau berkumpul bersama keluarga besar menjadi salah satu kegiatan yang hanya terjadi setahun sekali. 

Saat memanfaatkan momentum Lebaran, diperlukan kedekatan yang ekstra untuk menyatukan keluarga dalam keseruan. Salah satu hal yang bisa dilakukan yakni bermain permainan tradisional.

Berikut sejumlah permainan tradisional yang bisa Anda dan anggota keluarga coba agar tidak bosan selama bersilaturahmi:

1. Bermain Kelereng

Setiap orang tentu pernah memainkan permainan tradisional yang satu ini. Gundu atau yang biasa disebut juga kelereng bisa dimainkan oleh beberapa orang.

Biasanya, permainan ini dilakukan di tanah lapang, tapi gundu juga bisa dimainkan di dalam rumah.

Caranya pun cukup mudah, anda hanya tinggal membuat lingkaran yang di dalamnya terdapat gundu-gundu dari setiap pemain.

Setelah itu, para pemain akan melemparkan gundu ke arah lingkaran. Jika ada gundu yang berhasil keluar dari lingkaran, maka gundu itu boleh disimpan.

2. Bermain Bola Bekel

Sebagian orang tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata bola bekel. Bola bekel atau bola karet ini biasanya dimainkan dengan kerang atau batu kerikil kecil.

Pemain harus memegang kerang dan bola bekel di satu tangan. Bola dan kerang itu kemudian dilempar hingga tersebar di lantai.

Selanjutnya, pemain tinggal melemparkan bola sembari mengambil satu buah kerang secara bertahap. Hingga akhirnya, kerang bisa diambil semua sekaligus.

Jika pemain gagal mengambil satu kerang, maka pemain harus bergantian dengan pemain lainnya.

Selain seru, permainan bola bekel ini juga akan melatih konsentrasi dan ketangkasanmu. Pemain juga harus memperhatikan arah lemparan bola bekel, agar tak mengenai kerang tersebut.

3. Bermain Congklak

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan permainan tradisional yang satu ini. Dua orang pemain akan duduk berhadapan untuk memasukkan setiap butir biji congklak ke dalam lubang.

Setiap pemain akan memiliki tujuh lubang kecil dan satu lubang besar di setiap sisi. Para pemain kemudian mengisi setiap lubang dengan tujuh biji congklak.

Pemain juga bisa memilih lubang mana yang hendak diambil, lalu meninggalkan satu biji di setiap lubang berlawanan.

Permainan tradisional ini akan berakhir pada kemenangan, jika semua kerang berada di lubang besar. Pemain yang memiliki jumlah biji paling banyak, akan dinyatakan sebagai pemenangnya.

Tak hanya seru, permainan ini juga akan mengasah kemampuan dan perencanaan strategi yang matang, agar biji congklak bisa terkumpul dalam jumlah banyak.

4. Bermain Lompat Karet

Permainan lompat karet membutuhkan karet dengan jumlah yang banyak. Karet disambung-sambung dan membentuk tali, kemudian anak-anak akan memainkan dengan cara melompati karet yang sudah disambung tersebut.

Selain itu lompat karet ini juga bisa sebagai salah satu alternatif olahraga untuk menggerakan tubuh dan otak kita karena bisa berfikir dalam menyusun strategi melompat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar