Tips Berbisnis Tas Branded Seken Ala Trisha

Kurator branded fashion Trisha Chas. (Foto: Dok. Trisha Chas) 

KBRN, Jakarta: Bisnis jual beli tas branded kini kian populer. Bagi para pebisnis baru, nominal uang yang banyak tak melulu menjadi modal utama di dalam bisnis ini. Melainkan juga  pengetahuan dasar mengenai produk high-end tersebut agar Anda tak tertipu dengan barang palsu yang kini juga semakin ramai beredar di pasaran. 

"Karena itu penting pengetahuan dasar mengenai produk high-end tersebut agar Anda tak tertipu dengan barang palsu yang kini juga semakin ramai beredar di pasaran," kata Trisha Chas, salah seorang kurator branded fashion, Selasa (18/1/2022).

Trisha Chas, yang selama ini berkecimpung di dunia bisnis serupa pun dengan senang hati memberikan tips berbisnis produk tas branded preloved yang aman bagi pemula. 

Sebagai penjual, banyak hal yang harus dipastikan. Mulai dari pengecekan kondisi barang secara mendetail, memastikan keaslian barang tersebut, hingga supply dan demand di pasar. Selain hal-hal tersebut, menjaga hubungan baik kepada pemilik barang maupun pembeli juga merupakan hal yang perlu dijaga jika anda adalah seorang penjual perantara atau menerima jasa titip jual.

Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut adalah beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh penjual atau calon pebisnis yang ingin terjun ke dunia jual-beli tas branded

1. Periksa Keaslian Produk dengan Cara Mudah

Sebagai penjual, pemeriksaan keaslian produk adalah faktor paling penting. Mengingat kini semakin banyak oknum penyalur barang palsu yang banyak mengintai para penjual barang branded mewah. Karenanya, sudah menjadi tugas penjual untuk membendung masuknya barang-barang palsu tersebut agar tidak menyesatkan banyak orang nantinya. 

Menurut Trisha, ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan oleh pemula untuk menentukan keaslian produknya. 

“Cara paling sederhana dalam menentukan keaslian barang yang akan kita jual adalah dengan memastikan kredibilitas dan keamanan sumber barang.” 

Tak hanya memastikan wholesaler yang terpercaya, Trisha Juga berujar bahwa setiap merek memiliki metode yang berbeda dalam menentukan keaslian produknya.

“Kalau ingin memastikan sendiri, kita harus lihat dari brand, karena setiap brand mempunyai cara sendiri dalam menentukan keaslian suatu barang. Misal Chanel, cara paling mudah untuk melihat keasliannya ialah dengan mencocokan nomor serial yang tertera pada tas serta pada kartunya,” lanjut perempuan yang aktif di akun Instagram @trishachas ini. 

2. Pahami Permintaan Pasar

Sebagai pedagang yang baik tentu kita wajib memahami permintaan pasar dari waktu ke waktu, 

“Mengetahui permintaan pasar adalah penentu dari baik tidaknya seorang penjual produk-produk ini. Dengan kemampuan menganalisa permintaan pasar serta menentukan harga jual yang pantas, seorang penjual pun dapat meraup keuntungan yang lebih banyak nantinya.” 

3. Pahami Cara Menyimpan Tas Branded 

Hal lain yang harus diperhatikan adalah Penyimpanan, terlebih jika Anda juga membuka jasa titip jual tas branded

Warehouse menjadi penting ketika barang yang disimpan adalah titipan orang, mengingat harga dari tas-tas yang sangat mahal. Karena itu, memiliki warehouse yang teratur, aman dan terkondisikan sesuai penyimpanan tas branded preloved adalah hal yang sangat penting,” ujar wanita yang baru-baru ini juga merambah bisnis kuliner tersebut. 

Selama berkecimpung di dalam dunia jual-beli tas branded, ia pun bercerita bahwa ia sering menjumpai orang awam yang ingin menitipkan tas di tokonya, tetapi sayang tas tersebut sudah ada dalam keadaan berjamur, lecet, berbentuk tidak sempurna lagi, hingga mengalami oksidasi. 

“Padahal, semua hal ini dapat dihindari dengan cara penyimpanan yang tepat,” tambahnya, yakin. 

4. Simpan Surat-surat Penting Pembelian 

Setelah cara menyimpan yang tepat, seseorang yang ingin menjual tas bermereknya juga harus cermat dalam menyimpan segala berkas-berkas penting yang ia terima ketika membeli produk mewah tersebut. 

“Simpan kelengkapan dari pembelian sebelumnya, seperti box, receipt, booklet, dan sebagainya,” jawab Trisha lugas ketika kami bertanya mengenai hal ini. 

Komponen-komponen ini tentu nantinya dapat Anda jadikan bukti keaslian barang, serta membuat barang Anda masih memiliki harga yang pantas untuk dijual. 

5. Pahami Peluang Bisnis dan Investasinya 

Ketika ditanya mengenai peluang bisnis dari tas-tas branded mahal ini Trisha pun terkekeh, 

“Kalau kegiatan jual beli tas tidak menguntungkan, tidak mungkin Zeta Bags (nama toko yang ia kelola) dan banyak reseller lainnya masih ada. Harga tas kan terus naik, contoh saja Chanel.”

Baginya hal penting dalam membidik peluang bisnis adalah kejelian seseorang dalam melihat harga jual di pasaran, memperhitungkan komisi yang harus direlakan, serta tak ragu  dalam memakai jasa reseller untuk memperluas pasar. 

Ia pun menambahkan pendapatnya sesuai dengan yang ia alami sendiri selama mengelola tokonya, 

“Harga produk branded selalu meningkat, begitu pula permintaan akan barang branded tersebut. Contohnya brand Chanel, harga pasarnya sudah mengalami kenaikan sebanyak empat kali hanya dalam kurun waktu dua tahun saja.”

Statement tersebut pun sekaligus meyakinkan kita bahwa memperhatikan potensi brand tertentu sebagai instrumen investasi adalah sebuah kewajiban. 

6. Jangan Ragu Menjadi Reseller

Kegiatan jual beli tas bagi reseller tentunya juga menguntungkan. Setidaknya ini yang dipaparkan oleh Trisha Chas dalam melayani para reseller di toko tas branded preloved miliknya yang kini populer di kalangan selebriti tanah air tersebut

“Di toko kami, ongkos jasa atau komisi dapat berkisar antara 5-20%, bahkan para reseller kami bebaskan untuk menaikkan harga setinggi-tingginya tanpa harus mendapatkan persetujuan dari penitip produk terlebih dahulu.” 

Nah, itulah tips yang bisa Anda terapkan saat melakukan jual beli tas seken atau preloved bermerek. Bagaimana, apakah Anda juga tertarik untuk terjun di dalam bisnis ini? 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar