Batik Mendunia, Krajan Batik Ajak Milenial Mengetahuinya

Dokumen Batik Krajan .jpg

KBRN, Jakarta: Indonesia telah dikenal sebagai pemilik utama dari kain batik. Budaya membatik yang diwariskan turun-temurun, menjadikan produk-produk busana berbahan dan bermotif batik suatu kebanggaan bangsa.  

Di tengah popularitasnya, Krajan Batik melalui pendirinya Christian justru khawatir mengenai pemahaman anak-anak Indonesia sendiri tentang batik.

“Krajan Batik sendiri adalah produsen pakaian batik tulis, dan di sini kita tidak sedang membandingkan mana yang lebih bagus antara batik tulis, batik cap dan batik print. Sebagai bangsa Indonesia, khususnya anak-anak muda kita, mengenal perbedaan ketiganya menunjukan jati diri anak bangsa. Mengapa? Ya, karena batik sudah mendunia. Jangan sampai pengetahuan kita mengenai batik kalah sama orang-orang luar,” ujar Pendiri Krajan Batik Christian dalam keterangannya pada rri.co.id, Rabu (17/11/2021).

Budaya membatik sejak dahulu mengenal dua cara yakni membatik menggunakan canting cap dan membatik dengan melukiskan motif secara langsung di atas kain batik. Keduanya disebut sebagai batik cap dan batik tulis. Kemudian dalam perkembangannya, dewasa ini muncul satu varian yang dianggap sebagai batik print. Cara membedakan ketiganya, menurut Christian, sebenarnya mudah. Meskipun secara sekilas semua jenis batik yang ada terlihat sama, perbedaan masing-masing akan langsung diketahui bila kita melihat dari dekat. Apa saja perbedaannya?

Batik Cap

Produk batik cap dikerjakan menggunakan peralatan tradisional berupa canting cap dan lilin/malam. Kedua alat ini digunakan dalam pemotifan batik. Kekuatan tekanan saat membuat motif akan berpengaruh terhadap kedalaman motif itu sendiri sehingga batik cap ada yang tembus ada yang tidak. 

Canting cap juga yang membedakan batik cap dari batik tulis dilihat dari presisi motif yakni pada batik cap motifnya lebih seragam daripada batik tulis yang ditulis secara manual. 

Batik Tulis

Batik tulis merupakan hasil kerja tangan dari seniman batik. Tingkat kesulitan pembuatan batik tulis lebih tinggi dari jenis batik lain. Proses pencantingan dengan lilin membuat motif batik tulis selalu tembus ke balik kain batik. Ini perbedaan mendasarnya. Perbedaan berikutnya adalah jenis motif batik tulis tidak seragam, tidak presisi, dan unik antara satu dengan yang lain sebagai hasil kerja tangan pengrajin batik. 

Batik Print

Jenis batik ini lahir di era modern setelah adanya mesin print yang digunakan untuk mencetak motif di atas kain. Banyak orang yang mengakui bahwa batik print bukanlah batik yang sebenarnya karena benar-benar tidak melibatkan proses membatik. Perbedaan antara batik print dari batik cap dan batik tulis adalah motifnya yang rapi dan tidak tembus ke balik kain. 

Mengapa Batik Tulis Lebih Mahal? 

Krajan Batik mengakui, dari ketiga jenis batik, produk batik tulis umumnya lebih mahal baik di pasar nasional maupun internasional. Christian menyebut setidaknya ada tiga alasan mengapa mereka menetapkan harga pakaian batik tulis dari Krajan Batik relatif lebih tinggi.

Pertama, keunikan motif. Membatik secara tradisional oleh seniman batik lokal menghasilkan motif-motif batik tulis unik dan sulit ditiru. Bahkan oleh sesama seniman batik itu sendiri. Tidak heran, batik tulis mempunyai motif eksklusif.Kedua, fleksibel. Masih tentang motif, pakaian batik tulis memiliki motif yang lebih fleksibel dan tidak repetitif atau berulang. 

Ketiga, menggunakan katun primis dan sutra kelas premium. Khusus produk-produk Krajan Batik, kain yang digunakan sebagai bahan dasar batik tulis dipilih dari bahan berkualitas tinggi. Ini adalah komitmen Krajan Batik terhadap kreasi batik tulis milik mereka.Untuk melihat koleksi pakaian batik tulis milik Krajan Batik, silahkan kunjungi situs resmi di https://www.krajanbatik.com/.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00