John Kei, Preman Bengis Taubat Tak Berujung

John Kei bersama Andy F Noya. (Dok.Capture Youtube Kick Andy)

KBRN, Jakarta: Lelaki Maluku, yang dikenal sebagai preman top Ibu Kota Jakarta, yakni John Refra alias John Kei saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat banyak orang. Sebab, dia telah dianggap sebagai lelaki si pembunuh bayaran yang gagal untuk bertaubat.

John Kei hampir saja melepaskan masa hukuman 12 tahun penjara terkait kasus pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung. Tapi, dia kembali 'kambuh' dengan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap sang paman, Nus Kei.

Baca juga: Mengerikan, Ini Hasil Rekonstruksi John Kei Cs

Baca juga: Begini Perseteruan John Kei vs Nus Kei

Bagaimana John Kei tidak kambuh? Bebas 6 bulan per Desember 2019-Juni 2020 dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah tidak dimanfaatkan John Kei dengan baik. Bebas bersyarat dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly diabaikan pria kelahiran Pulau Kei, Maluku ini.

Nama John Kei mulai muncul kembali ke permukaan setelah ditangkap oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (21/6/2020) lalu, terkait kasus penyerangan hingga pembunuhan berencana.

Mengutip dari video Youtube Kick Andy, dalam sesi wawancara John Kei bersama wartawan senior Andy F Noya, pada 15 April 2019 lalu, John Kei pernah bercerita tentang titik balik dalam kehidupan dari sosok preman sangar.

Tersangka kejahatan John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

John Kei membuat pernyataan "taubat" di hadapan Andy F Noya. Dia mengaku berubah menjadi seorang sabar, dan bahkan kini ia menyebut sebagai seorang penginjil. Andy, saat mewawancarai John Kei juga mengaku kaget dengan dua sisi berlawanan John Kei si "preman bengis".

Berawal dari ditempatkannya ia di Lapas High Risk, Batu perjalanan taubat John Kei dimulai. Ucapan mengenai kondisi di dalam sel itu, dialami ketika ia hanya mengetahui hanya ada satu tahanan dan itu adalah ia di dalam Lapas High Risk. Bahkan, ia tidak diperbolehkan keluar sel selama satu bulan lebih di Lapas High Risk atau Klas I, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Sebelum di Lapas Nusakambangan, saya sempat seperti orang gila yang sering mengamuk minta dibukakan pintu oleh petugas, namun tidak sama sekali ada yang mendengar," ucap John Kei yang bercerita pengalamannya di Lapas High Risk Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah kepada Andy dalam video tersebut dikutip RRI.co.id, Jumat (26/6/2020).

Perjalanan Joh Kei sebagai terpidana kasus pembunuhan Ayung cukup panjang. Sebab, kata dia, berpindah lapas dari Jakarta di LP Cipinang, hingga ke Lapas Nusakambangan bukanlah singkat. Lapas High Risk, atau disadarinya sebagai pengasingan diri, menjadi catatan besar sebelum kembali dipertemukan dengan terpidana kelas kakap lain di LP Nusakambangan.

Lapas High Risk Batu Klas I Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.(Dok.Ist)

John Kei bercerita, bahwa dari situlah dirinya mulai mendengarkan bisikan baik untuk dilakukan. Walaupun, ia juga sempat mendengar bisikan tidak baik, yaitu "bunuh diri".

"Pada saat di lapas (High Risk, Batu, red)  tersebut saya selalu dapat bisikan untuk terus membaca Alkitab, dan saya juga sempat dengar bisikan untuk bunuh diri saja. Tetapi saya tidak mau masuk neraka, maka mulai dari situ saya terus membaca Alkitab," ucap John Kei saat itu.

Ketika saat itu pula, John Kei mengaku mulai merenung dan sering membaca Kitab Suci dan menemukan Injil Matius pasal 6 ayat 33.

Baca juga: Belasan Adegan Perlihatkan Yustus Kei Tewas

"Carilah dulu Kerajaan halal dan kebenarannya maka nantinya semua itu akan ditempatkan ke padamu," jawab John Kei kepada Andy saat ditanyai mengenai bunyi Injil yang disebutnya saat itu.

"Sehabis saya baca Injil Matius itu, saya renungkan dan disitu saya berpikir, berarti saya harus melayani Tuhan dong, saya harus mendekatkan diri kepada Tuhan. Dari ayat itu juga, saya bertekad harus ambil keputusan kalau saya harus cari kerajaan surga, bukan duniawi lagi," jelas John.

Lapas Klas I Batu Nusakambangan. (Dok.Ist)

Maka dari bacaan Injil tersebut, ia mengaku itu membuat berubah dan memberikan komitmen kepada dirinya sendiri bahwa memang harus berubah untuk mencari Kerajaan Surga.

Sementara itu dalam video berdurasi 1 jam ini, John juga sempat menjelaskan bahwa pernah menjadi pembina kebersihan di Lapas Nusakambangan. Ia pun pernah membuat pernyataan bahwa dirinya akan tetap pada perubahan menjadi lebih baik, ketika ia sudah keluar dari lapas.

"Terserah orang mau bicara apa, tetapi saya punya keyakinan. Saya yakin, sampai mati saya akan tetap melayani Tuhan, dengan ayat yang tadi saya sebutkan, saya yakin bahwa Tuhan tidak akan melupakan saya. Maka nanti, waktulah yang akan membuktikan," jelasnya kembali dalam video wawancara bersama Andy F Noya.

"Jika saya diajak lagi dengan teman-teman saya, maka saya akan mengajak mereka balik untuk bertaubat ke jalan Tuhan. Jadi, memang di dua ini ada dua prinsip pilihan. Tetapi, jika saya sudah memilih untuk tetap di jalan Tuhan, siapapun tidak bisa mempengaruhi saya lagi," klaim John Kei.

LP Nusakambangan. (Dok.Ist)

Namun pada kenyataanya kini, John Kei kembali berurusan dengan aparat kepolisian dengan kasus yang hampir sama yakni kasus dugaan pembunuhan berencana di Green Lake City dan penganiyaan di Duri Kosambi, Cengkareng Barat.

Dalam penangkapan John Kei di Bekasi, Senin (22/6/2020), polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Baca juga: Polisi Kantongi Pembawa Senpi Kelompok John Kei

Sampai saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap John Kei dan 29 orang lainnya terkait dua peristiwa tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00