Jokowi, Dari Bantaran Kali Menuju Istana Merdeka

Presiden Joko Widodo (Dok. Istimewa/minewsid)

KBRN, Jakarta: Juni 1961 menjadi bulan mendebarkan bagi pasangan muda Sudjiatmi (16) dan Wijiatno Notomiharjo (19).

Di bulan lahirnya Pancasila ini,  Sudjiatmi dan Notomiharjo menanti kelahiran sang buah hati.

Tuhan memilih tanggal 21. Sudjiatmi bersalin, raungan tangis pecah. Seorang anak laki-laki membuka mata lahir ke dunia.

Namun siapa menyangka, tidak berasal dari keluarga kaya dan terpandang, bayi itu kelak menjadi Presiden Republik Indonesia.    

Ya, tepat hari ini, Presiden Jokowi berulang tahun yang ke 59.

Seperti sudah tergariskan dan diatur untuk berkaitan dengan Bung Karno, atau kebetulan belaka, tanggal 21 Juni merupakan tanggal wafatnya sang Proklamator.

Seiring bergulirnya waktu, Jokowi si anak sulung perlahan terbentuk menjadi panutan bagi tiga orang adik perempuannya.

Anak Keluarga Miskin

Jokowi berasal dari keluarga yang tergolong miskin.

Ayah jokowi adalah seorang penjual kayu dan bambu di bantaran kali Karanganyar Solo. Mungkin karena itu juga Jokowi dewasa menjadi pengusaha mebel. 

Kehidupannya jauh sekali dari kemewahan. Pahit getir kehidupan sudah dirasa bahkan ditelan sekaligus.

Mulai dari kesulitan makan, hingga tak mampu membayar uang sekolah.

Masa kecil Jokowi dihabiskan di bantaran kali karanganyar. 

Layaknya bocah kecil, Jokowi tak lepas dari mandi di sungai, cari telur bebek, memancing ikan, bermain layang-layang, main sepak bola, mengaji di malam hari dan sebagainya. 

Sebagai anak sulung, Jokowi menjadi anak yang terbilang penurut dan manut pada kedua orang tua.

Salah satu contoh, Jokowi tidak enggan membantu sang ayah menjadi tukang kayu. Padahal tugasnya tergolong cukup keras, yakni menaikkan kayu ke atas bak mobil.

Rajin Sekolah, Keluar dari Kemiskinan

Bermain, membantu orang tua, tidak lantas Jokowi melupakan pendidikan.

Dirinya termasuk murid pintar di masa sekolah. Jokowi tercatat pernah mengenyam pendidikan di SDN 111 Tirtoyoso, SMPN 1, dan SMAN 6, semuanya di Kota Solo.

Jokowi kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil jurusan Teknologi Kayu hingga lulus pada 1985. 

Selanjutnya, Jokowi merantau untuk bekerja di sebuah Badan Usaha Milik Negara di Aceh selama 1.5 tahun.

Setahun berselang, Jokowi menikahi Iriana, cinta sejatinya semasa bangku kuliah.

Dari Iriana, Jokowi dikaruniai tiga buah hati, yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerap.

Jokowi dan Bule Perancis

Memiliki nama panjang Joko Widodo, tentu panggilan Jokowi itu jelas merupakan singkatan dari namanya.

Bukan rekan sepermainan ataupun kedua orang tua, tapi nama Jokowi disematkan oleh seorang klien sekaligus sesama eksportir mebel. 

Dia adalah Michl Romaknan asal Perancis.

Michl yang merasa bingung membedakan nama Joko Widodo dengan Joko-Joko lainnya, akhirnya memberi nama Jokowi dan dipakai hingga detik ini.

Selanjutnya : Musik Rock dan Seorang Presiden

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00