Djoko Santoso, Tokoh Sentral Peredam Konflik Maluku

KBRN, Jakarta : Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Djoko Santoso meninggal dunia pada hari Sabtu, 10 Mei 2020, pukul 06.30 di RSPAD Gatot Subroto. Ia meninggal di usianya yang ke-67 tahun.

Sebelumnya Djoko Santoso dikabarkan sempat menjalani operasi pendarahan otak di RSPAD Gatot Soebroto pada awal Mei ini. Meski demikian, penyebab pasti wafatnya jenderal bintang empat ini masih belum diketahui.

Jenderal TNI ((Purn.) Djoko Santoso lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952. Semasa hidupnya, Djoko Santoso pernah menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.

Karier militer Djoko dimulai saat menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Ketika telah menjadi perwira tinggi ia memulai kariernya dengan menjabat Waassospol Kaster TNI pada tahun 1998, Kasdam IV/Diponegoro pada tahun 2000, Pangdivif 2/Kostrad pada tahun 2001, sebagaimana dilansir dari Wikipedia.

Setelah menjabat sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003, namanya mulai berkibar dengan keberhasilannya yang gemilang dalam meredam konflik di Maluku, dilanjutkan dengan jabatan berikutnya sebagai Panglima Kodam Jaya pada Maret 2003 hingga Oktober 2003.

Ia merupakan tokoh sentral yang meredakan konflik SARA yang terjadi di Maluku. Saat semua orang merasa konflik tersebut tak bisa diselesaikan, ia mampu menyelesaikannya hanya dalam waktu enam bulan. 

Setelahnya, karier Djoko Santoso terus melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) pada tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005, dan akhirnya didaulat menjadi Panglima TNI pada tahun 2007-2010.

Setelah masa pensiun, Djoko Santoso membentuk Organisasi Masyarakat bernama Gerakan Indonesia ASA (Adil, Sejahtera, Aman) pada Mei 2013. Gerakan tersebut ada di 20 Provinsi di Indonesia.

Ia kemudian melabuhkan karir politiknya dengan bergabung di Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00