Syahroni Perajin Muda : Mengubah Limbah Koran Jadi Rupiah

KBRN, Cirebon : Melalui tangan orang kreatif, barang bekas yang tidak berguna dan dianggap sampah bisa disulap menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Seperti yang dilakukan Syahroni, Pemuda asal Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, yang memanfaatkan limbah kertas koran untuk dibuat menjadi Kerajinan Miniatur unik seperti Kereta Kencana, Menara, Bangunan Rumah, dan yang lainnya.

Kerajinan miniatur limbah koran ini, dipelajari Syahroni saat berada dalam masa tahanan menjadi warga binaan di Lapas Narkotika Gintung Cirebon.

Dengan mata berkaca-kaca, Syahroni sempat mengenang masa-masa kelam kala ia terjerumus ke dunia hitam menjadi seorang pecandu Narkoba.

Pergaulan bebas dan lemahnya pengawasan orang tua, membuatnya saat itu seperti menemukan dunianya sendiri, hingga akhirnya ia harus berurusan dengan aparat hukum dan menjalani masa tahanan di Lapas Narkotika Gintung mulai 2013.

"Di dalam tahanan itu kan kesehariannya sangat membosankan, beda dengan dunia luar yang bebas. Karena itu saya coba mencari kesibukan dan bergabung dengan Komunitas Seni yang ada di Lapas, salah satunya Seni Kerajinan Miniatur dari limbah koran. Saya belajar hingga akhirnya bisa membuat miniatur-miniatur unik," kata Syahroni kepada RRI, Sabtu (1/2/2020).

Syahroni atau karib disapa Ibe ini menambahkan, membuat satu Kerajinan miniatur unik dari limbah kertas koran ini bisa memakan waktu tiga hari sampai sepakan lamanya. Tapi itu tergantung tingkat kesulitan miniatur yang akan dibuat, dimana semakin kecil ukurannya, makin lama waktu pengerjaannya.

Salah satu kerajinan hasil karya Syahroni yang paling diminati adalah Miniatur Kereta Kencana yang menjadi ikon Keraton Cirebon. Bahkan beberapa Instansi Pemerintahan di Kabupaten Cirebon tertarik sekali dengan hasil karya tersebut, sampai berani membeli mahal dengan harga Rp 400-500 ribu.

"Sampai saat ini saya belum bisa memenuhi pesanan tersebut karena hanya mengerjakan seorang diri, terlebih miniatur Kereta Kencana ini relatif lebih sulit dan ada beban tersendiri," imbuhnya.

Pada bagian lain, Pemerintah Desa (Pemdes) Babakan Gebang rupanya sangat mendukung Generasi Muda yang kreatif.

Kuwu (sebutan Kepala Desa di Cirebon) Babakan Gebang, Yeni Setiati mengatakan, Pemdes Babakan Gebang berinisiatif memberikan fasilitas pelatihan kepada para pemuda dan pemudi setempat untuk belajar membuat kerajinan limbah koran, dengan harapan ke depannya bisa lebih berkembang dan menjadi sumber penghasilan.

"Sebagai Kuwu, tentunya saya mendukung setiap kegiatan pemuda yang memiliki kreatifitas, dan kami akan memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan buat mereka. Sehingga Kerajinan Limbah Koran bisa lebih berkembang," tutur Yeni Setiati.

Selain itu, Pemerintah Desa juga nantinya akan berupaya menampung setiap karya yang dihasilkan untuk dibantu pemasarannya dalam pengelolaan BUMDes.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00