Kobe Bryant : Darah Olahraga Los Angeles, Inspirasi Mamba Generation

KBRN, Jakarta : Kematian tragis superstar yang ikonik itu adalah kehilangan seismik dengan kontribusinya yang berperan dalam meningkatkan profil global olahraga.

Kobe Bryant, meninggal pada Minggu dalam kecelakaan helikopter di California pada usia 41, adalah salah satu pemain paling sukses dalam sejarah liga bola basket Amerika Serikat (AS), All-Star 18 kali, dua kali NBA Finals MVP dan 2007-2008 liga MVP. 

Sebagai anggota Tim USA ia berhasil memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas 2008 dan 2012. Tercatat, 81 poinnya melawan Toronto Raptors pada 2006 adalah total pertandingan tunggal tertinggi kedua dalam sejarah NBA. Dalam pertandingan terakhirnya di 2016, ia mencetak 60 poin melawan Utah Jazz, menjadi yang paling banyak di antara pemain mana pun dalam kontes terakhirnya.

Pada Sabtu malam, LeBron James melewati Bryant untuk menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa dalam sejarah liga, yang dirayakan Bryant dengan tweet untuk memberi selamat kepada mantan lawannya dan rekan setimnya di Olimpiade.

Sebagai tokoh besar yang menginspirasi generasi pemain bola basket secara nasional dan internasional, Bryant melakukan debut pada 1996 di usia 18 dan bermain 20 musim untuk Los Angeles Lakers hingga pensiun. 

BACA JUGA: Kobe Bryant Legenda NBA Tewas Bersama Putrinya Dalam Kecelakaan Helikopter

Bryant dan seniornya, Shaquille O 'Neal, memimpin LA Lakers ke prestasi luar biasa untuk memenangkan tiga gelar berturut-turut dari 1999-2002, dan memenangkan dua gelar lagi antara 2008-2010 setelah kepergian O' Neal. Setelah pensiun, Bryant mengukuhkan dirinya sebagai legenda hidup Los Angeles dan salah satu atlet paling ikonik dalam sejarah dunia.

Ketenarannya jauh melampaui Los Angeles, saat ia memimpin liga dalam penjualan jersey lima kali selama karirnya dan diyakini telah menjual lebih banyak kaus internasional daripada setiap pemain NBA kecuali Michael Jordan. 

Putra Joe "Jelly Bean" Bryant, yang bermain di NBA selama delapan musim sebelum menjadi bintang di Italia, Kobe Bryant bisa dibilang yang paling internasional dari bintang NBA mana pun dalam sejarah. Dia dengan percaya diri dapat melakukan wawancara dalam bahasa Spanyol dan Italia, sekaligus berperan penting dalam meningkatkan profil internasional olahraga.

Mentalitas Mamba Ala Kobe Bryant

Popularitas internasional Bryant mungkin bahkan mengerdilkan selebritis nasionalnya, karena ia secara rutin harus berhadapan dengan belasan ribu penggemar setiap harinya. Bryant pernah harus melarikan diri dari 15.000 pendukung yang dilaporkan terus mengejarnya sejak pertama kali mendarat di Tiongkok pada akhir 2000 silam. Di semua negara, termasuk AS, kemanapun Bryant pergi, penggemarnya akan selalu berkerumun.

Dalam permainan, Bryant akan dikenang sebagai salah satu pesaing bola basket yang paling ganas, pekerja yang tidak kenal lelah, dan rekan tim yang sangat kompetitif. Bryant sangat memperhatikan mekanisme dasar permainan, dari penentuan posisi yang tepat, tembakan lompat jarak menengah, dan lain sebagainya. Dan apa yang diyakininya tersebut akhirnya berhasil membawa dia menjadi salah satu pemain paling dikagumi dalam era yang didominasi oleh Chicago Bulls bersama legenda mereka kala itu, Michael Jordan.

BACA JUGA: Kobe Bryant, Kejayaan dan Loyalitas 20 Tahun Bersama LA Lakers

Bryant juga dikenal dengan salah satu yang disebutnya "Mentalitas Mamba", yang oleh Bryant terkenal digambarkan sebagai "jika Anda melihat saya dalam pertarungan dengan beruang, berdoalah untuk beruang itu". Artinya di sini adalah, sebuah mentalitas pemenang dengan kemauan yang sangat keras dan begitu kuat. Obsesinya yang luar biasa terhadap disiplin, kemenangan, dan kepribadiannya yang luar biasa, telah menempatkan Bryant sebagai sosok luar biasa bagi siapapun.

Bryant pernah mengalami sedikit sandungan publik bersama O'Neal, pelatih Phil Jackson, dan beberapa negosiasi kontrak yang berat dengan manajemen Lakers. Kemudian popularitas publiknya sempat ternoda dengan skandal penyerangan seksual pada 2003, ketika seorang karyawan hotel berusia 19 tahun menuduh Bryant memperkosanya di kamar hotel. 

Bryant mengaku melakukan perzinahan dan mengeluarkan permintaan maaf kepada si penuduh, tetapi membantah tuduhan penyerangan tersebut. Tuduhan pidana akhirnya dibatalkan dan para pihak menyelesaikan gugatan perdata.

Cinta Seorang Kobe Bryant Kepada Bola Basket dan Gianna

Apa yang tidak pernah dipertanyakan adalah pengabdiannya pada permainan bola basket, kekaguman dimana ia menginspirasi seluruh liga dan cinta yang ia miliki untuk empat putrinya, salah satunya, Gianna, yang meninggal dunia bersama Bryant dalam kecelakaan helikopter hari ini. Gianna, sang buah hati, barusia 13 tahun. Gianna adalah yang kedua dari empat putrinya, antara Natalia, 17, tiga tahun. Bianka dan Capri berusia tujuh bulan.

Kobe menjadi sosok sentral dalam pengembangan karir putrinya Gianna, melayani sebagai pelatih dan mentor bagi timnya dan muncul sebagai sosok berpengaruh dalam bola basket wanita di AS dan Internasional. Bryant juga secara rutin mengunjungi WNBA's Los Angeles Sparks sebagai penasihat informal dan bekerja dengan semua tingkatan bola basket agar Gianna bisa mengerti mengenai bola basket.

Salah satu foto viral terakhir dari Bryant adalah dia menawarkan petunjuk kepada Gianna, bahwa gadis remaja tersebut memiliki bakat luar biasa yang menjanjikan, selama pertandingan bulan lalu.

"Orang-orang perlu mengikuti jejak Kobe dan saya tidak hanya berbicara tentang pemain NBA," kata bintang Sparks Chiney Ogwumike kepada Los Angeles Times pada Mei 2019. 

“Banyak pria cenderung berbicara tentang [bola basket wanita] tanpa menyadarinya dan banyak pria cenderung tidak tahu tentang pemain bola basket wanita. Tapi ... saya yakin Anda ingin anak Anda bermain di WNBA jika dia pandai basket. Jadi ikuti petunjuknya," sambung Ogwumike.

BACA JUGA: Kobe Bryant Fans Rossonero, AC Milan : "Kamu Akan Selalu Dirindukan, Kobe"

Kehilangan Bryant adalah seismik yang bukan hanya untuk bola basket tetapi juga untuk generasi penduduk asli Los Angeles. Hilangnya sebuah legenda yang matang dari superstar bola basket menjadi pria keluarga yang setia (suami Vanessa) menjadi duta bola basket global adalah tragedi nyata yang membuat dunia kaget, berduka, dan mengenang kembali sensasi yang ia berikan selama tiga dekade. 

Seperti yang dikatakan pelatih NBA senior, David Fizdale kepada ESPN pada Minggu kemarin, bahwa antara Lakers, Los Angeles, dan Kobe Bryant, merupakan segitiga yang berkaitan.

"Lakers adalah detak jantung LA dan Kobe Bryant adalah darah yang mengalir melalui itu," sebut Fizdale.

Oleh : Gabriel Baumgaertner

Sumber : TheGuardian

Foto : LA Times via Getty Images/Richard Hartog

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00