Firmansyah, Pencipta Smart Madani, Satu Kartu untuk Akses Seluruh Layanan

KBRN, Pekanbaru :  Capaian Pekanbaru sebagai salah satu kota terpilih dalam Gerakan 100 Smart City Indonesia tahun 2018 tidak lepas dari peran Firmansyah Eka Putra. Ia, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), menginisiasi inovasi di bidang pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi. Dari tangannya, lahirlah Kartu Smart Madani yang bisa dipakai masyarakat Pekanbaru untuk semua jenis layanan.

Kartu Smart Madani juga berisi Nomor Induk Kepegawaian (NIK), sehingga berfungsi sebagai kartu identitas. “Selain itu, kartu ini juga merupakan instrumen perbankan yang dapat digunakan sebagai ATM, uang elektronik, dan dompet elektronik,” jelas Firmansyah yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kota Pekanbaru.

Ide pembuatan kartu ini muncul pada 2016, saat Wali Kota Pekanbaru Firdaus menunjuk Firmansyah sebagai Ketua Pekanbaru Smart City dan diberi amanat untuk dapat mengembangkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Amanat itu ditindaklanjuti dengan konsep kartu cerdas yang bisa digunakan untuk semua pelayanan.

Firmansyah menjelaskan, Kartu Smart Madani dijalankan dengan tiga misi. Pertama, yakni mendorong budaya menabung dengan fungsi sebagai kartu ATM. Misi kedua adalah mendorong budaya cashless dimana kartu ini juga berfungsi sebagai uang elektronik. “Terakhir, sebagai peningkatan kualitas pelayanan publik dengan tersimpannya Nomor Induk Kepegawaian (NIK) yang terkoneksi dengan data kependudukan,” lanjut pria kelahiran Bangkinang ini.

Kartu Smart Madani dikembangkan dengan memasukkan slot memori untuk data dan menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC), sebuah teknologi komunikasi nirkabel jarak dekat yang menghasilkan medan magnetik. Lalu, untuk pengadaan kartu, Firmansyah meminta dukungan dari Bank Indonesia agar kartu tersebut dapat dikembangkan menjadi kartu ATM dan uang elektronik.

 Hingga pada akhirnya, pengadaan Kartu Smart Madani ini bekerja sama dengan Bank BNI dengan menawarkan win-win solution dimana Pemerintah Kota Pekanbaru mendapatkan instrumen pelayanan publik, Bank BNI mendapatkan nasabah, dan masyarakat mendapatkan kartu multifungsi.

Implementasi Kartu Smart Madani dimulai pada Desember 2017 kepada seluruh ASN di Kota Pekanbaru dan digunakan sebagai kartu presensi pegawai sejak 2 Januari 2018. Tiga bulan setelahnya, kartu ini mulai dimanfaatkan dilingkungan pendidikan sebagai kartu presensi siswa dan alat pembayaran di kantin sekolah, serta pembayaran pada Bus Transmetro.

Hingga  2019, sebanyak 50.000 kartu multifungsi ini sudah didistribusikan kepada seluruh ASN Kota Pekanbaru dan sebagian masyarakat di Kota Pekanbaru. Selain pembagian kartu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga giat melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai kehebatan kartu ini kepada masyarakat. 

Proses implementasi Kartu Smart Madani ini bukanlah tanpa halangan. Firmansyah harus dapat memberikan pemahaman dan manfaat dari kartu ini, bukan saja kepada sesama rekan kerja, namun juga bagi stakeholder. Ia menjelaskan bahwa pemberian motivasi dan pemahaman mengenai manfaatnya bagi masyarakat dan bukti kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat.

Sektor pendidikan adalah salah satu fokus dan target utama penerapan Kartu Smart Madani. Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Pekanbaru, Rukiah, mengatakan bahwa adanya kartu pintar ini sangat bermanfaat. Selain sebagai sarana latihan bagi para siswa untuk mulai menabung, kartu ini mengajarkan transaksi menggunakan uang elektronik. “Kartu ini juga berfungsi sebagai presensi kehadiran siswa yang diteruskan dengan pemberitahuan melalui SMS kepada orang tua sebagai bukti masuk dan pulang sekolah siswa,” tuturnya.

Atas inovasinya, Firmansyah mendapatkan penghargaan sebagai Top 3 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama Teladan dalam ajang Anugerah ASN 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). 

Selain Kartu Smart Madani, Firmansyah yang menjabat sejak tahun 2015 telah menelurkan 10 inovasi lainnya, antara lain e-KA (Evaluasi Kinerja Anggaran), Belajar Mandiri, GIS Pekanbaru, Bank Data, aplikasi Kepo, e-Tibun, e-RT, hingga Pekanbaru Command Center dan Call Center 112. 

Berbagai pengembangan inovasi melalui aplikasi dilakukan dalam rangka menciptakan sistem kerja yang lebih baik dan terintegrasi. “Sehingga tercipta penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang kolaboratif, efektif, dan efisien,” ujar Firmansyah.

Pria lulusan Teknil Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meyakini bahwa untuk dapat memberikan pelayanan lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik maka dibutuhkan inovasi. Inovasi saja tidak cukup untuk membawa perubahan, namun juga diperlukan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak sehingga tercipta budaya kerja yang baru. 

Keyakinan ini juga menjadi prinsip Firmansyah dalam melakukan inovasi, yakni ‘Hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih dari hari ini’.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00