Abdi Rakyat

Jaya Suprana

Oleh : Jaya Suprana

Di tengah kemelut pageblug Corona, terberitakan bahwa para petugas Satpam Bank Central Asia menjadi trending topic netizen. Satpam BCA menjadi buah-bibir atau lebih tepatnya buah-jari netizen yang sibuk menekankan jari-jemari masing-masing ke tombol-tombol hape masing-masing. Para warga alam maya memuji para petugas Satpam yang ternyata di masa cemas Corona sama sekali tidak bersikap garang namun malah ramah tamah memberikan pelayananan terbaik bagi para nasabah. Paranetizen lebih suka menyebut para Satpam itu sebagai bukan penjaga keamanan, namun pelayan masyarakat yang terbaik. Tampaknya para Satpam tersebut memang dididik dan dibina untuk menjadi pelayan yang memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah.

HIRARKI

Pemberitaan positif tentang para petugas Satpam tadi, yang bangga disebut sebagai para pelayan oleh masyarakat netizen mengingatkan saya kepada pendapat almarhum Bung Hatta. Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia tidak setuju terhadap istilah Pemerintah. Panglima Besar Soedirman selalu mengingatkan bahwa rakyat adalah Ibu Kandung TNI. Maka Bung Hatta meyakini bahwa tugas para warga Indonesia yang dipilih oleh rakyat dan digaji dengan uang rakyat jelas bukan untuk menjadi tukang perintah yang merintah-rintah rakyat namun melayani rakyat yang membayar gaji mereka. Maka seharusnya istilah pemerintah diganti menjadi pelayan rakyat. Atau jika istilah “pelayan” terkesan kurang gengsi maka silakan digunakan istilah yang lebih keren misalnya “Abdi Rakyat”. Istilah pemerintah memang rawan menyebabkan mereka yang disebut sebagai pemerintah menjadi GR adigang adigung tinggi-hati sehingga congkak tega memandang rendah rakyat sebagai sekedar bawahan (demi menghindari istilah “budak”) untuk diperintah-perintah semau pemerintah.

KEDAULATAN RAKYAT

Sebenarnya mereka yang dipilih rakyat dan digaji dengan uang rakyat itu sama sekali bukan atasan namun bawahan rakyat ! Secara logika sistem dan struktur hirarki lembaga apa pun, seharusnya yang berhak memerintah bukan bawahan namun atasan ! Sebelum ada negara apalagi pemerintah, terlebih dahulu sudah ada rakyat. Maka di sebuah negara, rakyat wajib diletakkan pada posisi tertinggi. Istilah pemerintah lebih tepat untuk negara monarki. Namun tidak tepat untuk negara demokrasi seperti konon merupakan sukma Republik Indonesia setelah 75 tahun merdeka. Kedaulatan Rakyat wajib dijunjung tinggi di atas segala-galanya ! Semoga setelah badai Corona berlalu, maka istilah pemerintah dapat resmi diganti menjadi istilah yang lebih merakyat, lebih realistis dan lebih demokratis yaitu Abdi Rakyat. Semoga.

(Penulis mendambakan para Abdi Rakyat berkenan mempersembahkan pelayanan yang terbaik bagi rakyat Indonesia)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00