Puasa Meningkatkan Imunitas, Benteng Kuat Melawan Covid-19

Social distancing saat lockdown Covid-19 (Ant/Reuters/Leonhard Foeger)

KBRN, Lhokseumawe : Pandemi COVID-19 saat ini masih berlangsung di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Negara ini telah memasuki bulan suci Ramadhan tetapi virus corona tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir sejak diumumkannya pasien pertama pada Maret 2020. Puasa Ramadhan tahun ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda karena adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Misalnya seperti kegiatan buka puasa bersama dan shalat tarawih di beberapa daerah kini harus dilakukan di rumah masing-masing, karena harus menjaga physical distancing maupun pembatasan interaksi yang disebut PSBB. Karena penyebaran Covid-19 yang begitu masif, membuat kebanyakan orang takut terinfeksi virus corona apalagi ketika sedang berpuasa di bulan Ramadhan seperti ini.

Masyarakat tidak perlu takut menjalankan puasa Ramadhan di tengah pandemi corona. Meski berlangsung di tengah segala keterbatasan, ada secercah harapan tentang manfaat puasa yang menjadi benteng utama dalam pencegahan penularan Covid-19.

Nanda Chairina (Dok. Istimewa)

Pada dasarnya, berpuasa adalah proses mengistirahatkan organ terutama organ pencernaan dan regenerasi sel tubuh, sehingga dengan menjalankan ibadah puasa menjadi waktu yang tepat memperbaiki fungsi tubuh, mengeluarkan racun yang ada di dalamnya, dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Terlebih di tengah pandemi seperti saat ini, dengan berpuasa, imunitas tubuh setiap orang menjadi lebih baik dan jika dilakukan bersama-sama, imunitas masyarakat akan lebih baik juga sehingga terciptalah imunitas bersama (social immunity).

Puasa, shaum atau shiyam dinyatakan Rasulullah SAW sebagai junnah ‘perisai’, yang artinya puasa dapat berfungsi sebagai perisai (penghalang) manusia dari tumbuh dan berkembangnya penyakit-penyakit hati (psikosomatis) seperti riya, kibir, suka emosi, dan tidak jujur.

Puasa berarti pula sebagai perisai (benteng) dari penyakit-penyakit fisik yang menyerang tubuh manusia. Bentuk perisai yang tumbuh dari aktivitas berpuasa menurut para pakar kesehatan ialah bertambahnya sel darah putih dan diblokirnya suplai makanan untuk bakteri, virus, jamur, dan sel kanker yang bersarang dalam tubuh.

Sel darah putih atau dikenal dengan leukosit, adalah komponen darah dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang membantu melawan infeksi dan melindungi tubuh dari benda asing. Ada beberapa jenis leukosit, salah satunya limfosit.

Limfosit adalah sel darah putih yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Limfosit T bertanggung jawab untuk  membunuh bakteri dan virus secara langsung. Sedangkan limfosit B berfungsi memproduksi antibodi untuk melawan antigen.

Ketika berpuasa, akan terjadi peningkatan limfosit bahkan sampai 10 kali lipat dalam tubuh. Hal ini memberikan pengaruh yang besar dan baik terhadap sistem kekebalan tubuh, sehingga orang-orang yang berpuasa memiliki daya tahan tubuh yang meningkat. Karena itu, seiring dengan ibadah puasa yang dilakukan dengan baik dan benar, orang yang berpuasa akan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit, salah satunya Covid-19 yang menjadi pandemi saat ini.

Selanjutnya : Hasil Penelitian

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00