Sensasi Atau Prestasi

KBRN, Jakarta : Mendongkrak popularitas dengan sensasi adalah lumrah bagi kebanyakan orang saat ini,  bahkan terkadang sensasi cenderung memberi konotasi negatif bagi yang tidak bisa memaknainya dengan baik. Saat ini kita hidup di era global dan digital, di mana informasi apapun dengan mudahnya dapat tersebar dengan cepat. Hampir setiap hari di Indonesia atau di dunia muncul hal baru atau biasa yang kita sebut trending topics baik dari gaya hidup, fasion, ataupun teknologi. Namun jika kita lihat dan dapati presentasi kemunculan trending topics tersebut muncul karena sensasi.

Sering kali kita menemui sesuatu atau seseorang mencuat dengan sekejap ke permukaan dan disorot dengan jelas karena sensasi yang dimilikinya, baik itu di media sosial di televisi bahkan di dunia kerja. Padahal sensasi itu tidak memaknai apa-apa bahkan jauh dari yang namanya prestasi, rata-rata hanya ingin numpang tenar dengan kilat dan cepat. Tanpa memperhatikan apakah yang diberikan itu memberi manfaat dan disukai oleh orang lain. Sangat disayangkan sekali terkadang dari sensasi itu malah membuat malu bahkan tampil seperti lelucon belaka yang tanpa makna.

Meskipun tidak jarang juga banyak hal atau seseorang yang tampil dengan prestasi yang dimiliki, prestasi merupakan suatu hal yang membanggakan yang diperoleh melalui proses dan tahapan yang panjang, disertai kesabaran dalam melalui prosesnya. Bisa berdasarkan pengalaman pribadi maupun sekitar lingkungannya. Termotivasi melakukan sesuatu yang mempunyai makna dan bermanfaat untuk orang lain tanpa mempunyai maksud dan tujuan yang aneh-aneh.

Tampil dengan prestasi tentunya didasari dengan fakta yang ada, tidak dengan maksud mencari ketenaran dan publisitas seakan dirinya yang paling hebat alias menjadi takabur dan sombong.

Prestasi mampu membentuk seseorang menjadi orang yang berhasil dalam segala hal dan biasanya dilalui dengan banyak melalui tahapan yang berliku, sering melakukan banyak kesalahan dan rintangan dalam proses capaiannya, tetapi justru hal itu mengajarkan perjalanan hidup untuk terus berjuang dan menciptakan banyak hal yang berguna bagi orang lain dengan hal-hal yang positif dihidupnya, meskipun tidak semua orang yang berprestasi itu harus mempunyai pendidikan yang tinggi karena sejatinya setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Menjadi orang yang berprestasi bisa dilakukan oleh siapapun bahkan untuk seseorang yang mempunyai keterbatasan sekalipun.

Nah, semua kembali kepada diri masing-masing, apakah cara yang dipilh ingin instan tetapi penuh kontrovesi ataukah jalan penuh liku dan kesabaran tetapi menghasilkan sebuah prestasi yang berguna dan dikenang orang lain tanpa cela. Ini yang perlu dibenahi dan disadari. Untuk memunculkan sesuatu yang positif dan berkualitas itu dimulai dari diri kita sendiri pandai memilah apakah kita ingin terkenal dan dikenal karena prestasi ataukah sensasi. Masyarakat yang berkualitas akan melahirkan sesuatu yang berkualitas. Be smart ya guys....

Oleh   :   Sherly Julianti

Pranata Humas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) & Anggota Bidang Diseminasi dan Informasi Iprahumas Indonesia

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00