Rahasia Kelezatan Kerupuk Rambak Khas Karanganyar

KBRN, Surakarta: Rambak kulit adalah kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau yang kemudian diberi bumbu rempah penambah rasa hingga terasa lezat dan gurih.

Bagi pedagang di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, kualitas kerupuk rambak lebih baik berbahan kulit sapi dengan jenis kelamin jantan.

"Sapi jantan kualitasnya lebih bagus," kata Wasis pedagang kerupuk rambak warga Jumantono, Karanganyar ini, pada rri.co.id, Rabu (3/3/2021).  

 Wasis, yang sudah menekuni pembuatan rambak kulit sapi selama 5 tahun ini mengambil kulit sapi dari Jawa timur.

Dijelaskan, untuk pengolahannya sedikit agak sulit karena harus melalui pengerebusan, pengerukan, serta pelapuhan,

"Kemudian dikeringkan, baru bisa digoreng. Kita ada beberapa kemasan, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar ada juga varian rasanya," ujarnya.

Sisi lain, ia mengungkapkan, meski sebagaian usaha terdampak pengaruh ekonomi pandemi Covid-19 namun jajanan kerupuk rambak tidak terlalu signifikan.

Biasanya, Wasis mengaku, membuat rambak kulit dari sebanyak 50 lembar kulit sapi  atau sekitar 1 ton kerupuk rambak yang siap makan, tetapi saat ini hanya dapat mengolah kulit sapi menjadi rambak sebanyak 2 kwintal.  

Adapun, kerupuk rambak produksinya dikirimkan pada pasar tradisional di wilayah Solo dan sekitarnya hingga keluar kota,

"Masih eksis meski telah berkurang hingga 50 persen, kebanyakan karena sepi, tempat wisata gak ada pengunjungnya, ini pasar operasionalnya juga terbatas," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang rambak kulit keliling Kiswanto mengatakan, penjualannya saat ini masih lumayan.

Untuk hari libur terjual 40 bungkus sedangkan hari biasa 20 bungkus.

"Harganya mulai dari 10 ribu per bungkus sampek 30 ribu untuk ukuran kemasan plastik panjang," terangnya

Warga Tawangmanu ini mengaku, lebih memilih berjualan rambak dengan cara mangkal di tepi jalan raya, atau tepatnya di depan pom bensin Dagen.

"Sudah sekitar 9 bulan sebelumnya saya bekerja di perusahaan, namun di masa pandemi ini saya pilih keluar, lanjut dagang rambak," tandasnya. (Murni/Ccp).

(Ilustrasi/Foto: Antara/Pradita Utama)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00