Soto Madura Cak Nur "Cita Rasa Khas"

Nurmali (kanan bawah) saat melayani pembeli dan suasana warung
Soto daging Madura

KBRN, Surabaya: Hari Minggu pagi di hampir semua jalan protokol di Sidoarjo kota, puluhan penjual makanan mulai nasi pecel, soto ayam, bubur ayam, susu telur madu jehe (STMJ) sate kelapa, sate ayam dan daging, sate kambing, soto madura, nasi rawon, kikil kambing, kikil sapi, dan aneka makanan. Bahkan makanan khas kota dan provinsi lain membanjir.

Sidoarjo bukan saja terkenal sebagai kota Bandeng dan Udang sesuai dengan lambang kabupaten tempat lokasi Bandara Juanda, dengan lambang huruf S (perpaduan ikan Bandeng dan Udang), tetapi juga dijuluki kota Kuliner.

Jika datang ke Sidoarjo, rasanya kurang afdhol tidak menikmati soto daging Madura, hampir setiap jalan, pasar, pusat keramaian, dan pusat makanan, pasti ada penjual soto daging Madura. Salah satu penjual dengan pelanggan cukup banyak, ialah soto daging Madura Cak Nur, di warung sederhana Jl Mojopahit (depan RSUD atau Pegadaian Sidoarjo).

Nurmali (50) asal Tambalangan Sampang Madura, mampu meracik bumbu-bumbu dan rempah khas soto daging Madura cukup enak, sehingga “cita rasa khas” soto Madura begitu terasa nendang di lidah dan tenggorokan.

“Saya jualan sejak 1998, semula keliling dari kampung ke kampung, kemudian menetap di depan RSUD tetapi di rombong saja,” kata Cak Nur, Minggu (27/12/2020).

Sejak 3 tahun menetap permanen di warung sederhana karena jualan di taman depan RSUD dilarang dan jalan protokol juga dilarang. Kemudian memutuskan buka di warung ini, alhamdulilah sudah menetap di sini,” ujar suami dari Ainun Ma’rufah (45).

Bau sedap “cita rasa khas” soto daging Madura Cak Nur dengan campur babat, dan usus dapat ditambah telur asin atau telur rebus biasa, terasa sekali kenikamatan dari makanan khas pulau dari Garam ini. Tetapi sulit ditemui di daerah aslinya.

Pasangan Nurmali (50) dan Ainun Ma’rufah(45), memasak sendiri, soto Madura khas ini. “Alhamdulillah banyak pelanggan merasa cocok,” tutur Cak Nur.

Dari jualan soto daging Madura, dapat mengantarkan putri pertama, Mufidah (22) hafal sebagian Al-Quran mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta fakultas Tafsir Hadits, “Alhamdulillah sudah habis sidang skripsi, sekarang tinggal menunggu wisuda,” katanya bangga, kemarin.

Dari jualan soto daging Madura dengan “cita rasa khas”, tentu membuat pelanggan baik yang makan di warung maupun dibawa pulang, membuat Cak Nur bersyukur. Lebih bersyukur lagi putri keduanya,  Ainiyah (16) menempuh  pendidikan di Pondok Tambakberas Jombang dan putra ketiga Irsyad (12) kelas 6, Madrasah Nurul Ummah Celep Sidoarjo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00