Es Semanggi, Usaha Kuliner Tiga Generasi

KBRN, Magelang:  Kota Magelang selain terkenal dengan  Gunung Tidar, tidak lengkap bila tidak mencicipi aneka kulinernya. Salah satunya, minuman es beraneka ragam yang ada di Depot Es Semanggi.

Meskipun, keberadaan kios Depot Es Semanggi tersebut agak tersembunyi, yakni di sebuah sudut basement parkir salah satu toko modern yang terletak di pusat Kota Magelang, tetapi  kios es tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung.

Depot Es Semanggi tersebut setiap harinya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB dan menyajikan aneka minuman segar. Paling tidak ada sebanyak 19 varian minuman es yang bisa dinikmati. Namun, dari 19 varian tersebut, empat diantaranya menjadi menu favorit bagi para pelanggannya, yakni es pleret, es coklat pleret, es coklat roti dan es susu pleret.

 Di beberapa tempat dikenal dengan nama ‘gempol’, yakni semacam cendol yang terbuat dari tepung beras yang sebelumnya telah diolah dan berbentuk silinder.

Untuk menu es pleret tersebut, dimasukan ke dalam gelas dan ditambah dengan es batu,  sirup warna merah, dan terakhir diberi santan serta ditaburi dengan irisan roti tawar.

Ratna, pengelola  Depot Es Semanggi mengatakan, kedai es yang dikelolanya merupakan  usaha turun-temurun yang dulunya dilakukan oleh kakeknya sejak tahun 1960 –an. Dan sekarang,usaha tersebut terus dilestarikan ke generasi ketiga.

“Usaha minuman es ini merupakan usaha turun temurun dari kakek,”kata Ratna.

Ia mengatakan, dulu kakeknya berjualan di depan Klenteng Liong Hok Bio Magelang dan kemudian di sekitar tahun 1980-an, tempat usaha tersebut berpindah di dekat bioskop Magelang Theatre dan hingga saat ini berada di bawah basement parkiran toko modern yang ada di Kampung Losmenan.

Ratna mengaku, meskipun ia merupakan generasi ketiga dari usaha Es Semanggi, tetapi ia masih menggunakan resep yang diwariskan oleh kakeknya. Sehingga, hingga saat ini cita rasa es tersebut tidak jauh berbeda dengan resep dari pendahulunya.

“Resep yang digunakan juga merupakan resep warisan dari kakek. Yakni, untuk pemanis dengan mengunakan gula pasir dan pewarna sirup dengan pewarna makanan,”ujarnya.

 Sedangkan, untuk satu gelas es Semanggi tersebut harganya sangat terjangkau untuk kantong para pembeli.  Harganya juga  bervariatif  berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp7.000 per gelas.

“Harganya sangat murah, mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per gelasnya. Yang paling mahal itu untuk es coklat,” imbuhnya.

Semanggi

Ketika ditanya tentang nama “Semanggi” untuk kedai es yang dikelolanya, Ratna menjelaskan, sebenarnya saat kakeknya berjualan dulu tidak ada namannya, melainkan hanya es pleret.

"Depot es dulunya tidak ada namanya. Kata mbah kakung, nama semanggi itu yang beri nama pelanggan asal Magelang yang berdinas sebagai tentara dan dinasnya di sekitar Jembatan Semanggi Jakarta. Terus dikasih nama Semanggi alasanya karena dinasnya di Semanggi," ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar