"Sambal RoaRia", Lidah Bersukaria UMKM Menjelajah Dunia

Ibu Titin Wala, Pemilik Sambal RoaRia, saat melakukan presentasi produknya di Kantor Wali Kota Depok. (Sumber: Titin Wala)

Berawal dari Rumah

"Mulainya tuh tahun 2016 di bulan Juli-lah gitu. Kebetulan suami kan dari Sulawesi, suka sambel. Saya sendiri dari Bandung, orang sunda. Suka juga sambel. Suatu saat pernah dikirim roanya. Roa yang utuh, yang udah diasap. Nah, terus dibikinlah di rumah. Anak-anak suka. Kebetulan juga pernah ditawarkan ke ngirim ke tetangga, dibawa ke kantor. Responnya bagus," jelas Titin Wala.

Awalnya ia memproduksi sebanyak 25 botol dan ludes. Ini membuat Titin termotivasi memperbaiki produksinya dengan menyertakan izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

Langkah penetrasi pasar selanjutnya memanfaatkan reseller dan memajang produk di TransMart, Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma. Bu Titin juga mengikuti pameran International Food Tech 2019 di Kemayoran Jakarta yang membawa produknya berkenalan dengan pasar manca negara.

"Ada juga chef dari Filipina. Suka juga," jelas Titin. "Terus beli dibawa ke sana, ke Filipina dan didemokan di sana, di tivi Filipina. Namanya NET25. Didemokan dan dia lihatkan, dan dia kirim fotonya, videonya, dan dia bilang bahwa ini RoaRia dari Indonesia. Sampai sekarang hubungannya baik. Jadi beliau itu kalau ke Jakarta dia beli."

Kemudian, pada tahun 2019, Titin diundang komunitas UMKM Belimbing Depok ke Kantor Wali Kota Depok Jawa Barat untuk mempresentasikan produk Sambal RoaRia di acara Pesona JNE. Pucuk dicinta ulam tiba, keterlibatannya tersebut menjadi awal pelebaran sayap pemasaran secara online di platform Pesona milik JNE.

Sambal RoaRia (Sumber: Titin Wala)

"Mereka yang mempromosikannya kan. Udah itu nanti ada email ke saya, bahwa ada pesenan nih. Senengnya saya nih, Pesona JNE-nya juga WA ke saya, namanya Wulan. 'Bu Titin tolong dilihat ya email saya. Ada pesenan.'," katanya menjelaskan proses penjualan sambal roa miliknya.

Selain itu, dengan bantuan Pemerintah Kota Depok, produknya kini telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan HALAL. Produknya juga sudah ditetapkan tidak mengandung berbagai bahan pengawet buatan dan bakteri salmonela.

Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok Iskandar Zulkarnain mengakui bahwa pihaknya membantu banyak UMKM untuk "naik kelas", termasuk Sambal RoaRia.

"Dari UMKM, dari pemberdayaan pelatihan-pelatihan yang dia dapat, kayak legalitasnya, PKP-nya, layak sehatnya, halalnya, HAKI-nya, sama akses permodalan dia sudah dapat, mudah-mudahan itu bisa naik kelas," jelas Zulkarnain, berharap pasar mereka dapat menjangkau wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Sambal RoaRia

Keberadaan Sambal RoaRia di Kota Depok, menurut Bu Titin, memudahkan pecinta sambal roa dan tidak perlu jauh-jauh ke Sulawesi. Melalui dukungan layanan ekspedisi JNE, produknya dapat diantar ke seluruh Indonesia paling lama dua hari. Ia juga berseloroh bahwa setelah menyantap Sambal RoaRia akan membuat hati penyantapnya bergembira ria.

"Memang kan sambal roa itu jadi enak ya, bikin seneng. Di meja makan kita makan sambel itu hatinya enak ya. Jadi saya pikir udah roa ria, jadi membuat hati gembira ria," kata Titin.

Bu Titin mengatakan bahwa harga yang dipasangnya di pasar online termasuk murah dengan harga termurah ada di Pesona JNE, yakni Rp 35.000.

Selanjutnya : Platform Oleh-Oleh

Halaman 2 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar