"Sambal RoaRia", Lidah Bersukaria UMKM Menjelajah Dunia

Sambal RoaRia (RRI)

(Dengarkan versi audio dengan menekan tombol 'play' abu-abu pada halaman di bawah)

KBRN, Jakarta: Rasa yang pedas, gurih, dan bikin "nagih" menjadi kata-kata yang cocok menggambarkan kelezatan sambal roa yang dibundel dengan nama "Sambal RoaRia", ikon baru kuliner Kota Depok.

Rasa pedas sambalnya jelas terasa, suwiran-suwiran ikan roanya banyak juga, memuaskan pecinta kuliner sambal seantero dunia. Betul, hingga dunia, karena sudah dinikmati hingga manca negara, seperti Jerman, Paris, Puerto Rico, dan Filipina.

Tidak sekadar menjadi teman nasi hangat saja, Sambal RoaRia ini juga dapat menemani bersantai 'ngeteh' sore dengan singkong goreng bersama keluarga. Menu nasi goreng spesial keluarga pun menjadi berbeda. Tak perlu repot mengulek bumbu lagi, karena racikannya sudah istimewa. Menu anak kostan dengan 'andalan spesialnya' mi instan, juga menjadi mewah terasa, karena topping pedas istimewa dari Sambal RoaRia.

"Tak perlu lauk lain jika sudah ada sambal roa yang dihidangkan. Rasa pedasnya pas, ketika dibuka wadahnya langsung tercium aroma yang menggugah selera, rasa ikanya terasa sekali. So, gak perlu lauk lain kalo udah ada sambel ROA RIA. Dijamin bakal nambah lagi, lagi, dan lagi," testimoni dari Diyah Ayu Arianti, pelanggan Sambal RoaRia.

Testimoni salah satu pelanggan Sambal RoaRia (RRI)

Sambal roa adalah sambal khas daerah Gorontalo. Sambal ini merupakan paduan dari ikan roa asap yang dicampur dengan bumbu sambal berupa cabai dan juga bawang merah.

Menurut penuturan produsen Sambal RoaRia Titin Wala, yang dipanggil dengan nama Bu Titin, kepada rri.co.id, Senin (3/1/2022), cara pembuatan sambal roa ini dimulai dari menghaluskan cabai rawit yang sudah dibersihkan dari kotorannya.

Sedangkan bahan baku ikan roa asap produknya ia datangkan langsung dari Gorontalo melalui bantuan saudara iparnya.

"Pesen dari sana, dihancurkan di sana. Nanti datang ke rumah, saya tinggal sortir saja. Antara lima kilo dan sepuluh kilo, tergantung saya butuhnya berapa," katanya.

Cabai halus tersebut kemudian digoreng, setelah itu dicampur dengan bawang dan ikan roa asap tumbuk pada suhu di atas 80 derajat Celcius. Usai digoreng, sambal roa yang sudah jadi dimasukkan ke dalam botol-botol kaca yang telah dipanaskan.

Dengan proses ini, produk Sambal RoaRia dapat bertahan hingga 8 bulan lamanya dalam suhu kamar.

Selanjutnya : Berawal dari Rumah

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar