Kerupuk Sagu Khas Kuansing, Renyah Nikmat Belacan

Karupuak Sagu atau Kerupuk Sagu khas Kuansing, cemilan renyah dengan nikmat terasi menggoyang lidah. (Dok. RRI)

KBRN, Pekanbaru: Cemilan renyah dengan rasa yang khas membuat kerupuk sagu asli kuansing ini selalu dijadikan oleh-oleh bagi warga yang akan mengunjungi keluarga dan orang-orang dekat mereka di luar kota.

Kalau anda berkunjung ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pastikan anda mencicipi cemilan kerupuk sagu, atau masyarakat setempat menyebutnya Karupuak Sagu.

Kerupuk sagu ini hampir sama dengan kerupuk ikan, namun berbeda pada bahan pembuatannya.

Jika kerupuk ikan yang menjadi bahan utama adalah daging ikan, untuk kerupuk sagu bahan utamanya adalah tepung sagu dan ditambahkan dengan belacan atau lebih dikenal dengan terasi.

Sehingga, rasa yang diciptakan menjadi unik dan berbeda dengan kerupuk pada umumnya.  

"Terasi sebagai salah satu bahan dasarnya, dicampurkan ke dalam adonan tepung sagu, dan cara ini sudah turun temurun," ujar Erna, salah seorang penjual kerupuk sagu khas Kuansing, saat ditemui RRI.co.id, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Erna, harga kerupuk sagu relatif murah.

Erna lantas mencontohkan, dia menjual kerupuk sagu kemasan plastik ukuran dua kilogram dengan harga Rp5.000 saja.

"Masih murah di sini," ujarnya.

Berikut beberapa tips dan trik membuat kerupuk sagu:

Campurkan bahan berupa tepung sagu, tepung tapioka, bawang putih yang sudah dihaluskan, bawang merah, garam secukupnya, jahe, lengkuas yang sudah dihaluskan, jangan lupa tambahkan belacan atau terasi secukupnya.

Siram pakai air hangat mendidih lalu aduk adonan hingga merata.

Cetak adonan menjadi silinder dengan panjang kurang lebih 20 sentimeter.

Adonan silinder dimasukkan ke dalam plastik lalu rebus adonan hingga berubah warna dan tidak patah jika adonan ditekan.

Diamkan adonan silinder selama 24 jam, setelah itu diiris tipis-tipis sehingga diperoleh kerupuk basah.

Irisan kerupuk basah tersebut dijemur hingga kering.

Kerupuk mentah digoreng sambil dibolak-balik, tiriskan, dan akhirnya siap disajikan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00