Alhamdulillah, Produksi Kue Kucang Selamatkan Korban PHK

Perajin Kue Kucang

KBRN, Jember: Desa Tegal Rejo, Kecamataan Mayang, Jember, Jawa Timur memiliki potensi sebagai sentra kuliner terutama kue kacang (kucang).

Meskipun pandemi tidak sedikit berdampa pada kelangsungan usaha, kue tradisional dengan citra rasa khas itu tetap diminati sebagian besar masyarakat dari berbagai penjuru daerah di tanah air.

“Alhamdulillah, kue kucang yang kita produksi sampai saat ini masih banyak diminati hingga dikirim ke berbagai daerah,” kata perajin kue kucang di Desa Tegal Rejo, Ika Hidayatul Rohma pada RRI.co.id, Selasa (30/3/2021).

Ika mengungkapkan, setiap hari ada sebanyak 500 hingga 1.000 toples berisi 1 kilogram kue kucang dihasilkan di home industri yang telah berjalan selama puluhan tahun itu.

“Bahan dasar pembuatan kue kucang yakni tepung, telur serta kacang. Untuk menjaga cita rasa maka kita selalu pilih bahan berkualitas yang tetap terjaga dan disesuaikan dengan keinginan pasar,” ungkapnya. 

Ika mengaku, pandemi tidak berdampak terhadap turunnya permintaan kue kucang. Bahkan, sebagian perajin di kawasan itu, mampu menyerap tenaga kerja dari sejumlah sektor yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pandemi Covid-19.

"Untuk pemasaran selama ini memang kita hanya pasok dan mengandalkan satu distributor saja karena keterbatasan kita mencari relasi atau pemasaran. Kita hanya mampu menyerap tenaga kerja dan produksi saja selama ini," ujarnya.

Sisi lain, ia menjelaskan, produksi kue kucang di Desa Tegalrejo, Kecamataan Mayang kini semakin tumbuh berkembang berawal dari satu pengerajin saja.

Seiring bertambahnya waktu, kini setidaknya ada puluhan perajin kue kucang yang mampu memproduksi hingga mampu memenuhi permintaan pasar dengan skala besar. 

“Awal merintis usaha ini dari Ibu saya, saat itu hanya dijajakan ke tetangga dan dititipkan di warung-warung di desa. Ternyata itu mendapat respon baik dan diminati masyarakat, setelah itu ada pengusaha yang berminat dan mencoba untuk memasarkan kue yang kita produksi ke daerah lain hingga mampu berkembang sampai sekarang ini,” paparnya.

Diharapkan, besarnya potensi usaha dan penyerapan tenaga kerja yang mampu diberdayakan para perajin mampu menjadikan salah satu wilayah timur di Kabupaten Jember itu sebagai salah satu sentra kuliner. 

"Kita berharap ada upaya dari pemerintah untuk membantu membina para pengerajin kue disini terutama dalam hal pemasaran, agar kedepan usaha kuliner di desa Tegalrejo ini bisa terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi kuliner khas Jember," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00