Rambut Rontok-Lelah Jadi Gejala Long Covid-19?

Ilustrasi Rambut Rontok (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Pandemi corona belum juga berakhir dan kasusnya kian merangkak naik setiap harinya di berbagai negara, khususnya Indonesia. 

Bahkan gejala terinfeksi virus corona pun semakin beragam, seperti halnya pada beberapa kasus, pasien COVID-19 mengalami gejala berkepanjangan atau yang kini disebut 'Long COVID'. 

Selain itu, gejala yang dialami diduga bisa berkembang dari gejala awal yang umumnya dialami pasien COVID-19. Dilansir Times of India, National Institute for Health and Care Excellence (NICE), Kamis (25/2/2021) gejala long COVID ini pada umumnya terjadi selama 12 minggu. 

Namun menurut sejumlah penelitian lain, gejala ini bisa disebut sebagai long COVID-19 jika sudah terjadi selama minimal 8 minggu. 

Sementara berdasarkan penelitian dari The Lancet, seperempat dari pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengeluhkan masalah rambut rontok pasca kesembuhannya. Bahkan hal tersebut terlihat di Wuhan kepada 1.655 pasien COVID-19, sebanyak 357 orang mencakup 22 persen.

Di antaranya mereka pernah mengalami kerontokan rambut 6 bulan setelah dipulangkan. Mayoritas, gejala ini dikeluhkan oleh wanita.

Selain masalah rambut rontok, penelitian ini juga menemukan gejala pada kasus long COVID lain berupa rasa lelah berlebih, kesulitan tidur pada 26 persen pasien, hingga kondisi mental seperti kecemasan dan depresi pada 23 persen pasien.

"Pasien yang mengalami gejala parah selama perawatan di rumah sakit mengalami gangguan kapasitas difusi paru dan masalah pada dada. Merekalah yang akan diberikan penanganan untuk pemulihan jangka panjang," terang peneliti dalam laporannya.

Letih atau kelelahan merupakan kondisi yang kerap dirasakan ketika selesai menjalankan aktivitas berat. Akan tetapi, kondisi tersebut belakangan membuat khawatir banyak orang karena kelelahan menjadi salah satu gejala yang umum dirasakan oleh pasien Covid-19.

Dalam sebuah studi yang dirilis pada September 2020, disebutkan bahwa lelah akibat Covid-19 bisa bertahan lama. Tercatat, ada 52 persen dari 128 pasien Covid-19 yang diuji mengalami rasa lelah terus-menerus selama beberapa minggu setelah didiagnosis.

Jika Anda sedang berjuang dengan rasa lelah yang tidak kunjung berhenti, sebaiknya membicarakannya dengan dokter. Mereka seharusnya dapat membantu memandu Anda pada langkah selanjutnya. (MDS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00